Show simple item record

dc.contributor.authorPurwono, Nugroho
dc.contributor.authorHartanto, Prayudha
dc.contributor.authorPrihanto, Yosef
dc.contributor.authorKardono, Priyadi
dc.date.accessioned2018-09-29T04:46:16Z
dc.date.available2018-09-29T04:46:16Z
dc.date.issued2018-06
dc.identifier.isbn978-602-361-137-9
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/10390
dc.description.abstractDelineasi batas Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah proses penentuan sebuah area yang berkontribusi mengalirkan curah hujan (input) menjadi aliran permukaan pada satu titik luaran (outlet). Model Elevasi Digital (DEM) digunakan sebagai sumber data pada proses delineasi batas DAS secara otomatis. Teknik delineasi otomatis dibuat dengan prinsip ekstraksi data topografis untuk memperoleh nilai masukan pada penentuan parameter hidrologi DAS (flow direction – flow accumulation – stream order – basin/watershed). Sementara itu ekstraksi data topografis umumnya kurang memperhatikan proses koreksi terhadap data DEM yang digunakan, sehingga hal demikian akan berdampak pada output parameter hidrologi sebagai dasar delineasi batas DAS. Proses koreksi data DEM tersebut akan sangat berpengaruh pada relevansi dan akurasi informasi DAS yang dihasilkan. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan teknik filtering untuk data DEM sebagai input proses delineasi. Metode filtering yang diterapkan yaitu high pass filter dengan didukung teknik resampling melalui metode bicubic convolution. Lokasi sampel penelitian ini yaitu wilayah Pulau Rangsang - Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Data DEM yang digunakan bersumber dari data IFSAR (Interferometric Synthetic Aperture Radar), dengan ukuran grid atau resolusi spasial rerata 2,5 meter. Komparasi dilakukan pada kedua data hasil ekstraksi DEM (non-filtering) dan data hasil filtering. Dari kedua data tersebut diperoleh sejumlah parameter hidrologis yang digunakan untuk menilai keakurasian informasi DAS yang dihasilkan. Jumlah batas DAS yang dihasilkan dari data DEM dengan perlakuan filtering cenderung menghasilkan informasi DAS yang lebih efektif dan relevan terhadap kondisi lapangan dibandingkan dengan hasil dari data DEM tanpa perlakuan filtering. Dengan demikian maka, data DEM dengan perlakuan teknik filtering pada input proses delineasi otomatis mampu menghasilkan batas dan informasi DAS yang lebih akurat sesuai karakteristik hidrologi DAS dibandingkan hasil delineasi tanpa teknik filtering.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherProsiding Seminar Nasional Geografi UMS IX 2018id_ID
dc.titleTeknik Filtering Model Elevasi Digital (DEM) Untuk Delineasi Batas Daerah Aliran Sungai (DAS)id_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record