Show simple item record

dc.contributor.authorDewi, Mutia Lina
dc.date.accessioned2019-07-06T03:08:55Z
dc.date.available2019-07-06T03:08:55Z
dc.date.issued2019-03
dc.identifier.citationChairani, Z. 2015. Scaffolding dalam Pembelajaran Matematika. ISSN 2442-3041. Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika. Vol. 1, No.1, Januari - April 2015. © STKIP PGRI Banjarmasin. Ginnis Paul. 2008. Trik & Taktik Mengajar (Strategi Meningkatkan Pencapaian Pengajaran di Kelas). Jakarta: PT Indeks. Hanifah, HM. 2003. Diagnosa Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Matematika Kelas 1 Semester I Siswa MAN Klaten, Tarbiyah. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA. http://digilib.uin-suka.ac.id/9486/ Kurniasih, AW. Scaffolding sebagai Alternatif Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika. Jurnal Kreano. ISSN: 2086-2334. Volme 3 Nomor 2. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya Moleong,L.J.2000.Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:Remaja Rosdakarya. Nurhayati,E. 2017. Penerapan scaffolding untuk pencapaian kemandirian belajar siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika. Vol. 3 no. 1, pp. 21–26, Maret 2017. Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Widjajanti, K. 2010. Sesi Bantuan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Integral Pada Mahasiswa Politeknik Negeri Malang. Thesis. Tidak Dipublikasikan. Malang: Universitas Negeri Malang https://alihamdan.id/scaffolding/ diunduh tanggal 1 Maret 2018 https://rirymardiyan04.wordpress.com/2013/04/27/86/ diunduh tanggal 1 Maret 2018id_ID
dc.identifier.issn2656-0615
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/11045
dc.description.abstractBanyak mahasiswa kesulitan dalam menyelesaikan masalah Geometri. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa melakukan kesalahan ketika menyelesaikan masalah Geometri. Kesalahan ini harus segera diatasi, agar tidak berdampak pada materi keteknikan. Untuk mengatasi kesulitan ini diperlukan peranan dosen agar dapat menjadi fasilitator dan motivator dalam meminimalkan kesulitan dan mengarahkan proses kognitif untuk membantu menyelesaikan masalah matematika. Salah satu alternatif adalah penerapan Scaffolding, suatu teknik pembelajaran dimana mahasiswa diberikan sejumlah bantuan, kemudian secara bertahap diadakan pengurangan bantuan, sampai diberikan tanggung jawab untuk belajar sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui letak kesalahan mahasiswa dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan .mahasiswa melakukan kesalahan ketika menyelesaikan masalah. Pengambilan data dari kerja kelompok dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan bersifat kualitatif. Hasil penelitian diperoleh (1) Skor rata-rata kerja kelompok di DIV antara 45 -65, sedangkan di DIII antara 36 – 66, (2) Hasil belajar Scaffolding meningkat dengan subjek penelitian kelas 1B-TKJJBA. Skor rata-rata awal 36 menjadi 62, (3) Penyebab kesalahan masalah Volume, diantaranya kesalahan menggambar Dimensi Tiga, ketidaktelitian penghitungan, penulisan rumusan, dan penentuan tinggi, (4) Hasil wawancara menunjukkan mahasiswa kesulitan memahami konsep matematika, kurang latihan soal, kemampuan dasar kurang, dan membutuhkan alat peraga.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherProsiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya (KNPMP) IV 2019id_ID
dc.titleDiagnosis Kesalahan Mahasiswa pada Pokok Bahasan Geometri dengan Scaffolding di Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malangid_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record