Show simple item record

dc.contributor.authorBasuki, Sri Wahyu
dc.contributor.authorNuria S I, Ika
dc.contributor.authorZiyaadatulhuda A, Zaid
dc.contributor.authorUtami, Fajryati
dc.contributor.authorArdilla, Novita
dc.date.accessioned2020-07-01T14:08:19Z
dc.date.available2020-07-01T14:08:19Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.issn2721-2882
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/12036
dc.description.abstractonsilitis merupakan peradangan pada tonsil yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus atau infeksi virus. Tonsilitis paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi jarang terjadi pada anak usia < 2 tahun. Tonsilitis juga sangat jarang terjadi pada orang tua usia >40 tahun. Insidensi terjadinya tonsilitis rekuren di Eropa dilaporkan sekitar 11% dengan komplikasi tersering adalah abses peritonsilar. Klasifikasi tonsillitis berdasarkan etiologi dan manifestasi klinis adalah tonsilitis akut, tonsillitis membranosa dan tonsilitis kronik. Diagnosis dapat ditegakkan dengan mengetahui tanda dan gejala serta dapat dilakukan pemeriksaan penunjang meliputi kultur dan pemeriksaan biopsi jaringan. Komplikasi yang dapat menyertai tonsillitis adalah phlegmon peritonsillar, penyakit jantung, selulitis serviks, abses parafaringeal, otitis media akut, sinusitis, abses peritonsil, abses para faring, bronchitis, glomerulonephritis akut, miokarditis, artritis, serta septicemia. Kelumpukhan otot palatum mole, otot mata, otot faring, otot laring serta otot pernafasan juga dapat terjadi pada tonsillitis difteri dan sepsis. Prognosis bergantung pada faktor-faktor yang menjadi dasar terjadinya kandidiasis oral. Secara umum, prognosis tonsilitis sangat baik dan dapat sembuh tanpa komplikasi.id_ID
dc.publisherProceeding Book Call for Paper Thalamus: Medical Research For Better Healthid_ID
dc.titleTONSILITISid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record