Show simple item record

dc.contributor.authorBudijanto
dc.date.accessioned2012-05-01T03:31:58Z
dc.date.available2012-05-01T03:31:58Z
dc.date.issued2011-12
dc.identifier.citationApprodicio, A.L. (1981). Slums are of People. Honolulu: East-Westy Centre Publishers. Barclay. (1983). Technique of Population Analysis, Mc Graw Hill, New York. BPS. (2010). Kodya Malang Dalam Angka. Tahun 2010 Kantor Statistik Kota Malang. BPS. (2010). Hasil Sensus Penduduk Indonesia tahun 2002, BPPS. Jakarta. Bogue, D.J. (1989). The Studi of Population of Chicago. Chicago: The University of Chicago. Boserup, E. (1970). Women: Roles in Economic Development. New York: St Martin Press. Budijanto. (1989). Mobilitas Penduduk dan Remitensi Daerah Asal: Suatu Studi Kasus di Dukuh Sentong Desa Rembun Kecamatan Dampit, Lemlit, IKIP Malang. Budijanto. (1998). Beberapa Faktor yang Berpengaruh Terhadap Fertilitas Penduduk di Kota Malang, Lemlit IKIP Malang. Budijanto. (2000). Beberapa Analisis Demografi. Lab Geografi Universitas Negeri Malang Budijanto. (2010). Remitansi TKI dan Dampaknya terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Budaya Daerah Asal di Kab. Tulungagung. Disertasi PPSFP UB Malang Connelo, J. (1976). Migration for Rural Areas, Evidence from Village Studies. New Delhi: Oxford University Press. Elizaga, J. (1974). The Participation of Women Labour: Force of Latin America Fertility and Other Factors. International Labour Review. Hauser., P.M. Lagulan Aprodico A, Gardner, Robert W. (1985). Population and the Urban Future. New York: UNFPA. Hugo, G.J. (1981). Non permanent Mobility in Indonesia What Do We Know About is Contempory Scale, Cause and Consequency. Paper Prepared for Population Association of American Annual Meeting’s Form of Impermanent Mobility. Emerging Insight, Washington DC. Kanto, S. (1998). Mobilitas Tenaga Kerja dari Desa ke Kota Studi Tentang Faktor Penyebab Proses dan Dampak Mobilitas Non Permanen di Dua Daerah Pedesaan Kabupaten Malang. Disertasi Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya Kasto. (1999). Analisis Kependudukan, PPAU, UGM. Yogyakarta. Lee, E.S. (1975). Suatu Teori Migrasi. Seri Terjemahan No. 3 Yogyakarta: Pusat Penelitian Studi Kependudukan Universitas Gajah Mada. Leuwol E. (1988). Migran Sirkuler: Suatu Studi Kasus Tentang Kehidupan Penjahit di Kampung Pluit Jakarta dalam Migrasi, Kolonisasi, Perubahan Sosial. YIIS Jakarta. Mantra dan Harahap, N. (1989). Mobilitas Penduduk dan Dampaknya terhadap Daerah yang Ditinggalkan: Studi Kasus Kabupaten Sukoharjo, Madiun, Ciamis dan Asahan. (Laporan Akhir), Kerjasama Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup dengan Pusat Penelitian Kependudukan. Yogyakarta Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gajah Mada Mantra. (2008). Demografi Umum, Yogyakarta, Nurcahaya Indonesia. Michael, T. (1976). Internal Migration in Developing Countries. ILO Genewa. Norris. (1975). Migration as Spatial Interaction, Journal of Geography. Volume LXXI Number 5. Pryor RJ (Ed). (1975). The Motivation of Migration. The Australian National University. Canberra. Salladien. (1985). Refleksi Pemahaman Mobilitas Penduduk sebagai Upaya Peningkatan Sosial Ekonomi, Unibraw Malang. Salladien. (1999). Refleksi Pemahaman Mobilitas Penduduk sebagai Upaya Peningkatan Sosial Ekonomi, Unibraw Malang Singarimbun, M. dan Penny, D.H. (1977). Penduduk dan Kemiskinan (Kasus Desa Sriharjo). Jakarta: LP3ES. Suharso. (1972). Urbanisasi di Indonesia; Sebuah Analisis Kejadian, LP3ES Jakarta Triantoro. (1999). Migrasi Legal dan Ilegal ke Malaysia Barat kasus Migrasi Internasional di Pulau Lombok, NTB. Populasi Vol.10.Nomor 2 Tahun 1999 Pusat Penelitian Kependudukan Universitas gajah Mada Yogyakarta. Wilonoyudho, S. (2009). Kesenjangan dalam Pembangunan Kewilayahan. Forum Geografi. Vol. 23, No. 2, Pp. 167-180.en_US
dc.identifier.issn0852-0682
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1269
dc.description.abstractFaktor yang mendorong para wanita untuk memutuskan bermigrasi ke Kota Malang pendapatan keluarga yang rendah, kesempatan kerja di luar pertanian yang kurang, luas pemilikan lahan yang sempit, dan beban tanggungan yang tinggi, dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangganya. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan dan mengungkap berbagai kondisi yang melartar belakangi rumah tangga wanita migran yang mengambil keputusan melakukan migrasi ke kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel demografi (umur, status perkawinan dan jumlah beban tanggungan) berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan wanita migran bermigrasi ke kota Malang. Demikian halnya variabel sosial ekonomi (pendidikan wanita migran, pendapatan rumah tangga, luas lahan garapan, dan jenis pekerjaan) berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan wanita migran bermigrasi ke kota Malang, kecuali kesempatan kerja di daerah asal yang berpengaruh tidak signifikan terhadap pengambilan keputusan wanita migran bermigrasi ke Kota Malang,en_US
dc.publisherlppmumsen_US
dc.subjectdemografien_US
dc.subjectsosial ekonomien_US
dc.subjectpengambilan keputusanen_US
dc.subjectmigrasien_US
dc.subjectwanita migranen_US
dc.titleFAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN WANITA MIGRAN BERMIGRASI KE KOTA MALANGen_US
dc.title.alternativeAffecting Factors on Migrant Women’s Decision to Migrate to Malang Cityen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record