Show simple item record

dc.contributor.authorSantoso, Hamong
dc.contributor.authorDjastuti, Indi
dc.date.accessioned2012-05-02T03:45:18Z
dc.date.available2012-05-02T03:45:18Z
dc.date.issued2011-12
dc.identifier.citationAnat Levy. 1990. Heterogenity and Union Membership Determination. Journal of Labor Research, Vol. 11, No. 1. Aryee Samuel, and Yaw A. Debrah. 1997. Member's Participation in the Union: An Investigationof Some Determinants in Singapore. Human Relations, Vol.50, No.2. Famham, David, and John Pimlott. 1995. Understanding Industrial Relations. Singapore: Colset Private Limited. Fiorito J, Gallagher, and Cynthia VF. 1988. Satisfaction with Union Representation. Industrial and Labor Relation Review, Vol.41, No. 2, January. George, R, Gray, Donald W, Myers and Philips S, Myer. 1999. Cooperative Provisions in Labor Agreement, Monthly Labor Review, January. Haberfeld, Y. 1995. Why Do Workers Join Unions? The Case of Israel. Industrial and Labor Relation Review, VoL 48, No.4, July. Kelloway, Kevin, and Julian Barling. 1993. Member's Participation in Local Union Activities: Measurement, Prediction, and Replication. Journal of Applied Psychology, Vol.78, No2, pp: 262-279 Lucy A. Newton and Lynn M Shore. 1992. A Model of Union Membership, Instrumentality, Commitment, and Opposition, Academy of Management Review, Vol.17, No. 2, pp: 275-298. Maryono dan Sri Sudarsi. 2000. Serikat Pekerja: Implikasinya terhadap Kebijaksanaan Manajemen, Semarang: Gema Stikubank, Januari. Paul J, and Fiorito J. 1990. Associate Membership: Unionism or Consumerism, Industrial and Labor Relation Review, Vol. 43 No.2, January. Paul Tolich dan Mark Harcourt, 1995, Why People Join Unions?. New Zealand Journal of Industrial Relations, Vol.24 No. 1. Santoso, Singgih. 2000. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Jakarta: Elex Media Komputindo. Sarosh, K, Daniel G, Kurt W. 1993. The Development of Members Attitudes toward Their Unions: Sweden and Canada, Industrial and Labor Relations Review, Vol. 46, No.3. Sentanoe, Kertonegoro. 1999. Gerakan Serikat Pekerja. Yayasan Tenaga Kerja Indonesia. Shamad, Yunus. 1995. Hubungan Industrial di Indonesia. Jakarta: Bina Sumberdaya Manusia. Shiddique, S.A. 1989. Industrial Relations in a Third World Setting, A Possible Model, The Journal of Industrial Relation, September. Simamora, Henry. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN. Sudono, Agus. 1997. Perburuhan dari Masa ke Masa, Jakarta: Pustaka Cudesindo. Susanto, Joko. Ketegaran Upah Nominal untuk Turun: Kasus Upah Nominal Pekerja Produksi di Bawah Mandor pada Industri Besar dan Sedang Makanan Jadi, Bahan Pakaian, Karet, dan Plastik. Jurnal Ekonomi Pembangunan FE UMS. Vol. 10, No.1, Juni 2009, hal. 15 – 31. Surakarta: BPPE UMS. Undang-undang Republik Indonesia, No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, Jakarta: BP. Panca Usaha. Undang-Undang Republik Indonesia, No.25, Tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan, Jakarta: Sinar Grafika. Uwiyono. 2000. Serikat Pekerja dan Peningkatan Hak-Hak Asasi serta Standar Ketenagakerjaan di Indonesia. Jurnal Pusat Studi Indonesia, Vol. 10. Vedi R, Hadiz. 1996. Buruh Dalam Penataan Politik Awal Orde Baru. Prisma 7, Juli.en_US
dc.identifier.issn1411-6081
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1321
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja petuga penyuluh pertanian dan mengestimasi biaya transaksi yang dibutuhkan untuk mendisain skenario lembaga konseling. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dengan para responden dan tokoh masyarakat. Sejumlah 200 orang petani dan 30 orang petugas penyuluh pertanian diambil sebagai sampel dengan metode multistages sampling. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan profil responden, kinerja penyuluh pertanian, dan kondisi lembaga konseling. Biaya transaksi diterapkan untuk memperkirakan nilai biaya operasi yang diperlukan merancang skenario revitalisasi lembaga konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pertanian di daerah penelitian tidak efisien dan ada kesempatan mengoptimalkan produksi usaha tani melalui konseling.en_US
dc.publisherlppmumsen_US
dc.subjectkinerja penyuluhanen_US
dc.subjectbiaya transaksien_US
dc.subjectlembaga konselingen_US
dc.subjectusahatanien_US
dc.titlePARTISIPASI PEKERJA DALAM SERIKAT PEKERJAen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record