Show simple item record

dc.contributor.authorSigit, Agus Anggoro
dc.date.accessioned2012-05-14T05:51:51Z
dc.date.available2012-05-14T05:51:51Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.citationAnonim, 1998. Pedoman Penyusunan Rencana Teknik Lapangan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah Daerah Aliran Sungai. Direktur Jendral Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan. Jakarta. Departemen Kehutanan. Chow, V.T., 1984. Hand Book of Applied Hydrology. McGraw-Hill. International Book Company : New York. Dulbahri, 1992. Kemampuan Teknik Penginderaan Jauh Untuk Kajian Agihan dan Pemetaan Airtanah di Daerah Aliran Sungai Progo. Disertasi Program Doktor. Fakultas Geografi UGM : Yogyakarta. Prahasta, Eddy, 2002. Sistem Informasi Geografis : Tutorial ArcView. Informatika.: Bandung. Sutanto, 1992. Penginderaan Jauh Jilid I. Andi Offset : Yogyakarta Syahbani, T., 2003. Penggunaan Teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi untuk Penilaian Kondisi Peresapan Air Sub DAS Garang Semarang. Skripsi Sarjana S1. Fakultas Geografi UGM : Yogyakarta. Verstappen H. TH., 1971. Remote Sensing in Geomorphology. Elsevier Scientific Publishing Company : Amsterdam. http://en.wikipedia.org/wiki/Infiltration_(hydrology). Infiltration (Hydrology). http://en.wikipedia.org/wiki/Discharge_(hydrology). Discharge (Hydrology). http://soil.faperta.ugm.ac.id/jitl/7.2%2074-79%20Harjadi.%20Analisis%20Karakteristik.pdf. Analisis Karakteristik kondisi Fisik Lahan DAS dengan PJ dan SIG di DAS Benain-Noelmina, NTT. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/8028/2005dsu.pdf?sequence=2 Dampak Perubahan Penggunan Lahan terhadap Ketersediaan Sumberdaya Air. http://www.ebook3000.com. Remote Sensing and GIS Integration: Theories, Methods, and Applications.en_US
dc.identifier.isbn978-979-636-137-3
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1421
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan di Sub DAS Wedi wilayah Kabupaten Klaten. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengkaji ketelitian interpretasi foto udara pankromatik hitam putih, skala 1 : 50.000 dalam identifikasi faktor tanah, lereng, penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, dan pengelolaan (konservasi) lahan, terkait pengaruhnya terhadap kondisi peresapan air di daerah penelitian; dan (2) menentukan dan menganalisis zona sebaran kekritisan peresapan air di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah survey; pengambilan sampel dilakukan secara stratified sampling. Pengumpulan data sebagian besar dilakukan melalui ekstraksi citra penginderaan jauh (foto udara) dibantu uji lapangan. Adapun metode analisis yang diterapkan adalah analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan : (1) tingkat ketelitian interpretasi foto udara untuk interpretasi faktor penentu kondisi peresapan air daerah penelitian dapat diterima dengan ketelitian masing-masing faktor sebagai berikut : lereng 89,47 %; tekstur tanah 82,14 %; penggunaan lahan 90,16 %; kerapatan vegetasi 88,89 %; dan konservasi lahan 80,88 %. Hal ini berarti, walaupun tingkat ketelitian yang dicapai belum termasuk kategori sangat teliti, namun foto udara yang bersangkutan masih dapat digunakan untuk keperluan penelitian ini; (2) kondisi kekritisan peresapan air ”Mulai Kritis” dan ”Agak Kritis” mendominasi daerah penelitian dengan total luas 55,692 km2 atau sekitar 50,97 %, sedangkan kondisi ”Kritis” seluas 26,307 km2 atau 24,07 % dan selebihnya peresapan air dalam kondisi baik dan normal. Berdasarkan atas luasan masing-masing kondisi peresapan, terlihat bahwa terdapat hampir seperempat wilayah di daerah penelitian yang benar-benar kritis kondisi peresapan airnya.en_US
dc.publisherlppmumsen_US
dc.subjectKondisi Peresapan Airen_US
dc.subjectKritisen_US
dc.subjectFoto Udaraen_US
dc.subjectSistem Informasi Geografisen_US
dc.titleANALISIS ZONA KRITIS PERESAPAN AIR DENGAN PEMANFAATAN PNGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI SUB DAS WEDI, KABUPATEN KLATENen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record