Show simple item record

dc.contributor.authorPurwanto, Yadi
dc.date.accessioned2012-06-04T04:23:05Z
dc.date.available2012-06-04T04:23:05Z
dc.date.issued2012-06-04
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1508
dc.description.abstractKepemimpinan politik di Indonesia diwarnai oleh ketidak-mantapan personal atau split personality yang ditunjukkan oleh para pemimpin politik. Kasus tidak setianya pemimpin atas janji-janji yang mereka ucapkan baik ketika kampanye, berjanji dan saat sumpah jabatan. Perilaku pemimpin yang menunjukkan ketidakkonsistenan antara ucapan dan tindakan memicu tuduhan berbuat kebohongan oleh sebagian pihak seperti para tokoh terhadap presiden. Cacian terhadap perilaku legislatif dan politikus lebih mengarah kepada perilaku yang jauh dari moralitas seperti korupsi, suap, lebih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan rakyat, melalaikan kewajiban, lemah dalam membela hak-hak publik membolos, mangkir, tidur saat sidang, pornografi dan sex abuse. Di sisi lain, masyarakat senantiasa berharap akan adanya Kepemimpinan Moralitas. Kepemimpinan Moralitas terkait dengan moralitas kepemimpinan yang tidak bersifat instans, karena merupakan hasil jangka panjang dari proses pembelajaran sejak kecil yang ditanamkan oleh lingkungan. Salah satu wahana belajar kepemimpinan yang strategis adalah organisasi kesiswaan dan organisasi intra kampus. Ketika sistem Pendidikan politik tidak memadai secara moralitas untuk menjadi wahana belajar maka sulit melahirkan pemimpin bermoral.en_US
dc.subjectKepemimpinanen_US
dc.subjectmoralitasen_US
dc.subjectpendidikan politiken_US
dc.subjectproses pembelajaranen_US
dc.titleKEPEMIMPINAN MORALITAS DAN MORALITAS PEMIMPIN KILAS BALIK TINJAUAN PENDIDIKAN POLITIK PADA SISTEM ORGANISASI INTRA KAMPUSen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record