Show simple item record

dc.contributor.authorFalah, Falasifatul
dc.date.accessioned2012-07-24T04:53:28Z
dc.date.available2012-07-24T04:53:28Z
dc.date.issued2012-04-21
dc.identifier.citationAlbarracin, D., Johnson, B. T. & Zanna, M. P. (ed). (2005). The Handbook of Attitudes. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Inc. Baron, R. A., Byrne, D. (2004). Psikologi Sosial. Edisi Kesepuluh Jilid 1 (terjemahan Bahasa Indonesia). Jakarta: Penerbit Erlangga. Porta, D. (2004). Political Parties and Corruption: Ten Hypotheses on Five Vicious Circles. Crime, Law & Social Change 42, 35–60. The Netherlands: Kluwer Academic Publishers. Rabl, T. (2011). The Impact of Situational Influences on Corruption in Organizations. Journal of Business Ethics, 100, 85–101. Wijayanto. (2009). Memahami Korupsi, Dalam Korupsi Mengorupsi Indonesia: Sebab, Akibat, dan Prospek Pemberantasan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/07/30/133089/Indonesia-masih-Keempat-Terkorup-di- Asia (online); diunduh pada tanggal 9 April 2012 pukul 23:53 WIB http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/03/09/m0loux-kemendikbudterapkan- kurikulum-pendidikan-antikorupsi (online); diunduh pada tanggal 10 April 2012 pukul 00:01 WIB http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_berita cetak=180006 (online); diunduh pada tanggal 10 April 2012 pukul 04:13 WIB http://www.tribunnews.com/2012/03/06/kpk-dalami-korupsi-kampus-universitas-indonesia (online); diunduh pada tanggal 10 April 2012 pukul 01:06 WIBen_US
dc.identifier.isbn978-602-96633-1-0
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1763
dc.description.abstractSalah satu faktor yang mempersulit gerakan perang terhadap korupsi adalah hipokrisi yang menjangkiti masyarakat dalam menyikapinya; di satu sisi korupsi dihujat, di sisi lain perilaku korup dianggap sebagai bagian dari budaya yang tidak bisa dilepaskan dari perilaku keseharian masyarakat. Sikap terhadap korupsi merupakan variabel yang signifikan dalam menentukan perilaku korup itu sendiri. Data penelitian yang diambil melalui kuesioner pada 126 orang mahasiswa, serta wawancara pada tujuh orang mahasiswa yang lain, mengungkapkan bahwa mahasiswa menilai perilaku korup yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki keterlibatan dengan dirinya sebagai hal yang negatif, tetapi bila ada keterlibatan dengan dirinya mereka cenderung menoleransi. Mahasiswa memang tidak melakukan tindakan korupsi terhadap uang negara, namun mereka melakukan pelanggaran terhadap hal yang diamanahkan pada mereka; sehingga bila diposisikan secara setara sesungguhnya mahasiswa juga berpotensi untuk melakukan korupsi yang sama dengan yang dilakukan oleh pejabat publik. Pendidikan moral perlu dievaluasi, karena pengaruh dari materi yang diberikan dalam pendidikan moral tersebut ternyata lebih lemah dibandingkan dengan pengaruh lingkungan sehari-hari. Perlu ada sinergi antara teori dalam pendidikan moral dengan kenyataan hidup yang diamati dan dialami dalam keseharian.en_US
dc.publisherFak Psikologi UMSen_US
dc.subjectperilaku korupen_US
dc.subjectmahasiswaen_US
dc.titlePERILAKU KORUP DI MATA MAHASISWAen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record