Show simple item record

dc.contributor.authorLukitaningsih, Endang
dc.contributor.authorRumiyati
dc.contributor.authorPuspitasari, Ika
dc.date.accessioned2013-08-16T01:30:42Z
dc.date.available2013-08-16T01:30:42Z
dc.date.issued2012-06
dc.identifier.issn1411-4283
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/3377
dc.description.abstractDewasa ini, di Indonesia eksplorasi untuk mencari bahan pangan alternatif pengganti beras masih terus dilakukan. Kandungan makronutrien dan kajian glisemik indeks dari umbi ganyong (Canna edulis Kerr.), walur (Amorphophallus variabilis), porang (Amorphophallus Oncophyllus Prain), suweg (Amorphophallus campanulatus Bl ) dan uwi (Dioscorea alata L.) telah dilakukan pada penelitian ini dan bertujuan untuk memberikan dasar ilmiah pemilihan pangan alternatif, terutama bagi penderita diabetes mellitus dan obesitas. Pengukuran kandungan makronutrien meliputi kandungan karbohidrat mereduksi dan tidak mereduksi, protein dan serat dilakukan mengacu pada metode AOAC (1990), sedangkan glisemik indeks ditetapkan secara in vivo menggunakan hewan percobaan tikus jantan galur Wistar. Glisemik indeks sampel umbi-umbian seluruhnya lebih rendah dari glisemik indeks beras (72,8). Harga glisemik indeks sangat dipengaruhi oleh kandungan serat, sedangkan pengaruh kandungan karbohidrat terhadap harga glisemik indeks tidak dapat diamati. Walur dan porang memiliki kandungan serat yang besar, yaitu masing-masing 15,09% dan 11,27%, sedangkan harga glisemik indeks masing-masing sekitar 20,6 dan 16,9.en_US
dc.publisherFarmasi UMS
dc.subjectglisemik indeksen_US
dc.subjectmakronutrienen_US
dc.subjectkarbohidraten_US
dc.subjectseraten_US
dc.subjectproteinen_US
dc.titleKAJIAN GLISEMIK INDEKS DAN MAKRONUTRIEN DARI UMBI-UMBIAN DALAM UPAYA PENCARIAN SUMBER PANGAN FUNGSIONALen_US
dc.title.alternativeSTUDY OF GLICEMIKC INDEX AND MACRONUTRIENT CONTENT FROM TUBERS TO FIND ALTERNATIVE FUNCTIONAL FOODen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record