Show simple item record

dc.contributor.authorShinta, Arundati
dc.date.accessioned2013-12-12T07:59:53Z
dc.date.available2013-12-12T07:59:53Z
dc.date.issued2013-06-01
dc.identifier.citationAkhmadi, Soelaksono, B., Hastuti, Maxwell J., Nabiu. M., Wibowo, P., Rahayu, S.K., Budiyati. S, Munawar, W. (Penasehat: G. Jones). (2003). Pengamatan cepat SMERU tentang permasalahan pendidikan dan program JPS, beasiswa dan DBO di empat propinsi: Kasus di Kab. Pontianak, Kab. Tangerang, Kab. Sleman, dan Kab. Lombok Timur (Edisi Revisi). SMERU. Revealed on November 10, 2011 from: http://www.smeru.or.id/report/research/ education/education-ina.pdf Auger, R. W., Blackhurst, A. E., & Wahl, K.H. (2005). The development of elementary-aged children’s career aspirations and expectations. Professional School Counseling, April. Retrieved on August 27, 2007 from: http://findarticles.com/p/articles/mi_m0KOC/is_4_8/ai_n13698352/print Banks, J. & Mhunpiew, N. (2012). Authentic leadership, social cognitive theory, and character education: The transforming of theories into practices. US-China Education Review B, 12, 1002-1006. Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. New Jersey: Prentice-Hall, Inc. Bandura, A. (1989), Social cognitive theory. In R. Vasta (Ed.). Annals of Child Development. 6. 1-60. Retrieved on July 10, 2007 from: http://java.cs.vt.edu/public/classes/communities/uploads/Social+Cognitive+Theory+(chapt er).pdf Bussey, K. & Bandura, A. (1999). Social cognitive theory of gender development and differentiation. Psychological Review, 106, 676-713. Crain, W. (2000). Theories of development: Concepts and applications. 4 th ed. New Jersey: Prentice Hall. Ferreira, J. A.; Santos, E. J. R.; Fonsesca, A. C., & Haase, R. F. (2007). Early predictors of career develoment: A 10-year follow up study. Journal of Vocational Behavior, 70, 61-77. Fouad, N. A. (2007) Work and vocational psychology: Theory, research, and applications. Annual Review of Psychology, 58, 5.1-5.22. Franzoi, S. L. (2003). Social psychology. 3 rd ed. Boston: McGraw Hill. Josephson Institute. (2013). Parenting to build character. Retrieved on May 15, 2013 from: http://charactercounts.org/resources/parents/parenting_for_ character.html KR. (2013). Kakak beradik bobol SD Cunguk. Kedaulatan Rakyat. 15 Mei, halaman 18. Lakes, K. D. & Hoyt, W. T. (2004). Promoting self-regulation through school-based martial arts training. Applied Developmental Psychology, 25, 283-302. Lisnawati, C. (2010). Persepsi masyarakat terhadap pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah. Education Zone. 21 September. Retrieved on May 15, 2013 from http://www.vilila.com/2010/09/persepsi-masyarakat-terhadap-pendidikan.html Mason, P. (2001). Remedial genius. Outward Bound: International Newsletter, Jully, 9(2), 7-13. Retrieved on May 15, 2013 from http://www.kurthahn.org/writings/lc_article.pdf McMenamin, A. (2011). Buku pedoman The International Award for Young People. The Duke of Edinburg’s Award International Association. Myers, D. G. (1994). Exploring social psychology. New York: McGraw-Hill, Inc. Prihandoko (2012). Ani Yudhoyono tekankan pentingnya peran orangtua. Politik Tempo.co. Retrieved on May 15, 20013 from : http://www.tempo.co/read/news/2012/07/17/173417629/Ani-Yudhoyono-TekankanPentingnya-Peran-Orang-Tua Shinta, A. (2012). Variabel-variabel psikososial yang mempengaruhi peran gender anak. Disertasi. (tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Shinta, A. (2013). Pembentukan karakter generasi muda melalui program IAYP (International Award for Young People). IAYP-UP45. Retrieved on May 15, 2013 from http://iayp-up45yogyakarta.blogspot.com/ Ŝverko, B. (2006). Super’s career development theory. In J. H. Greenhaus & G. A. Callanan (eds.) Encyclopedia of career development. Vol 2. London: Sage Publications, (pp. 789792). Veevers, N. J. (2006). Your disability is your opportunity: A historical study of Kurt Hahn focusing on the early development of outdoor activities. Dissertation of the Master Science in Outdoor Education. University of Edinburg Moray House School of Education. Waite, S. (2011). Teaching and learning outside the classroom: Personal values, alternative pedagogies and standards. Education 3-13, 39(1), 65-82. Wiseman, R. (2003). The luck factor: How to increase luck in your life. New York: Miramax books, Hyperion.en_US
dc.identifier.isbn9789796361533
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/3953
dc.description.abstractAbstraksi. Karakter kuat seperti tekun, disiplin, jujur, bersedia menjaga kebugaran fisik secara rutin, peduli pada sesama, kutu buku, bersedia menerima tantangan yang menengah sifatnya, adalah karakter dambaan hampir semua anak dan orangtua. Karakter itu sebenarnya adalah hasil belajar semenjak anak berusia dini, dan dilakukan tiada henti dengan menggunakan pendidikan ekstra kurikuler. Dibanding pendidikan akademik, pendidikan ekstra kurikuler, sayangnya, jarang diperhatikan oleh orangtua. Berdasarkan teori kognitif sosial, orangtua dituntut untuk menampilkan kebiasaan yang bisa menjadi suri tauladan bagi lingkungan sosialnya, reliabel, dan bersedia menemani seluruh kegiatan ekstra kurikuler anaknya. Pendidikan karakter ini sumbernya adalah program IAYP (International Award for Young People) yang pusatnya di Inggris dan dipimpin oleh HRH The Duke of Edinburg dan Kurt Hahn adalah pencetusnya. Program ini terdiri dari 4 kegiatan yaitu fisik, ketrampilan, pelayanan masyarakat, dan petualangan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan tentang kegiatan ekstra kurikuler yang dilakukan anak semenjak usia 2-20 tahun. (2) Untuk menjelaskan tentang peranan orangtua dan sekolah dalam memperlancar kegiatan ekstra kurikuler anak. Hasil pendidikan kegiatan ekstra kurikuler ini adalah anak terlibat dalam 57 kali lomba melukis (memenangkan 24 penghargaan), 27 kali pertandingan taekwondo (memenangkan 22 penghargaan), 1 kali penghargaan karakter, dan 3 kali kegiatan akademis (lomba menulis dan lomba matematika). Hal krusial dari penelitian ini adalah orangtua dan guru hendaknya tidak dibutakan oleh medali-medali itu, tetapi hal yang jadi fokus perhatian adalah proses mendapatkan medali. Proses mendapatkan medali pada hakekatnya adalah pendidikan karakter.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectKarakter kuaten_US
dc.titleStudi Kasus Pembangunan Karakter pada Anak Melalui Pendidikan Ekstra Kurikuleren_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record