Show simple item record

dc.contributor.authorFerdian, Tedy
dc.contributor.authorPranata, Yosafat Aji
dc.contributor.authorSimatupang, Ronald
dc.date.accessioned2013-12-20T09:11:35Z
dc.date.available2013-12-20T09:11:35Z
dc.date.issued2013-12-05
dc.identifier.citationBadan Standardisasi Nasional, (2002), Peraturan Beton Bertulang Indonesia (SNI 2847-2002), BSN, Bandung. Badan Standardisasi Nasional, 2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk bangunan gedung (SNI 03-1729- 2002), Badan Standardisasi Nasional, Bandung. Ferdian, T., (2012), Analisis dan Desain Perencanaan Struktur Menara Listrik Tegangan Tinggi, Tugas Akhir (Tidak Dipublikasikan), Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha. Setiawan, A., (2008), Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD, Semarang : Penerbit Erlangga. Standar Perusahaan Listrik Negara, 1996, Konstruksi Saluran Udara Tegangan Tinggi 70 kV dan 150 kV dengan tiang beton / baja (SPLN 121:1996), P.T Perusahaan Listrik Negara (PERSERO), Jakarta. TIA/EIA Standard, (1996), Struktural for steel antenna Towers and Antenna Supporting Structures (TIA/EIA-222- F), American National Standard, America.en_US
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4040
dc.description.abstractKebutuhan pasokan listrik di Indonesia khususnya di Provinsi Jawa Barat semakin hari semakin besar karena bertambahnya jumlah penduduk serta meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi. Kondisi ini memberikan dampak bahwa pemerintah memberikan pasokan listrik kepada masyarakat berupa sistem sumber listrik menggunakan konstruksi tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), yang mana mudah dirakit terutama didaerah pegunungan dan jauh dari jalan raya serta dengan biaya yang relatif lebih rendah. Tujuan penelitian ini adalah melakukan penelitian analitis yaitu kajian perencanaan struktur menara listrik tegangan tinggi. Metode penelitian untuk kontrol kekuatan tekan dan tarik pada elemen struktur menggunakan metode LRFD. Beban yang bekerja pada stuktur tower ini terdiri dari beban mati yang berupa berat sendiri menara, berat insulator, dan berat kabel. Beban angin dihitung berdasarkan TIA/EIA-222-F Standard (Structural Standards for Steel Antenna Towers and Antenna Supporting Structures). Studi kasus mengambil contoh model stuktur menara listrik tegangan tinggi yang didasarkan dari Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN). Ruang lingkup penelitian untuk membatasi kajian dalam tulisan ini adalah struktur menara terletak di Jawa Barat, material yang digunakan adalah baja, beban yang ditinjau adalah berat sendiri struktur, beban gravitasi, beban angin, dan momen guling. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah bahwa hasil analisis memperlihatkan untuk model struktur menara listrik tegangan tinggi dengan bentang kabel berjarak 500 meter memenuhi persyaratan berdasarkan standar SPLN, kemudian hasil perencanaan dengan contoh studi kasus pada segmen T elevasi ± 3 meter pada sambungan antara batang leg tower 76-1 dan leg tower 80-1 dengan redudant 108-1, nilai gaya batang tekan output dari hasil analisis struktur adalah Vu sebesar 40,709 ton maka sesuai dengan perhitungan sambungan diperoleh jumlah baut 10 (sepuluh) buah berdiameter 16 mm dan 24 mm. Sedangkan deformasi maksimum tower adalah sebesar 184 mm.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectToweren_US
dc.subjectSUTETen_US
dc.subjectPile Capen_US
dc.subjectBajaen_US
dc.titlePerencanaan Struktur Menara Listrik Tegangan Tinggien_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Simposium Nasional Ke-12 RAPI 2013
    Pengembangan Teknologi Berbasis Pendekatan Kluster & Konsorsium Riset Menuju Masterplan Pengembangan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Show simple item record