Show simple item record

dc.contributor.authorSulistyono, Ardian Ari Budi
dc.contributor.authorSudiarso, Andi
dc.date.accessioned2013-12-20T13:39:59Z
dc.date.available2013-12-20T13:39:59Z
dc.date.issued2013-12-05
dc.identifier.citationApple, J.M., 1972, “Material Handling System Design”, John Wiley & Sons, Inc., Georgia Institute of Technology, New York. Gambar 7a dan 7b. Cash Flow skenario 3 dan Cash Flow Keuntungan  (a) (b) Giatman, M., 2006, Ekonomi Teknik, Rajawali Pers, Jakarta. Harrell, C., Ghosh, B.K., dan Bowden, R.O., 2012, Simulation Using ProModel, 3 rd edition, McGraw-Hill, New York Heizer, J., dan Render, B., 2008, Operation Management, Pearson Education, New Jersey.Meyers, F.E., 1993, Plant Layout and Material Handling, Prentice Hall, New Jersey. Montgomery, D.C., 2002, Introduction to Statistical Quality Control, 4 th edition, John Wiley & Sons, Inc., Singapore.en_US
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4068
dc.description.abstractAbstrak PT X merupakan industri yang bergerak di bidang tekstil, yang memiliki beberapa divisi, salah satunya tersebut adalah Unit Spinning 2. Kegiatan Unit Spinning 2 adalah memproduksi kapas dan polyester menjadi benang. Sistem produksi yang diterapkan pada unit ini adalah batch production. Sistem penanganan material yang ada memiliki beberapa permasalahan, salah satunya adalah teknik penanganan material yang bersifat manual, sedangkan jarak tempuh dari mesin ring spinning ke winder yang jauh dan beban untuk mendorong yang berat, hal ini menyebabkan pengiriman material kadangkala terlambat, sehingga sistem produksi menjadi kurang efisien. Makalah ini bertujuan untuk membangun sebuah model yang mampu merepresentasikan kinerja unit spinning 2, kemudian mengembangkan sebuah model penanganan material otomatis dengan sistem Automatic Guided Vehicle (AGV). Perbandingan sistem penanganan material dilakukan dengan cara membandingkan sistem perpindahan material secara manual dengan model AGV dari segi kapasitas produksi dan ekonomi. Hasil simulasi model awal menghasilkan nilai kapasitas produksi sebesar 3650,67 bal benang per bulan. Hasil ini akan dilakukan beberapa uji validasi dengan metode F-Test, T-Test, dan Chi Square. Kemudian dibangun beberapa skenario yang bertujuan untuk meningkatkan produksi yang efektif dan efisien. Hasil skenario yang feasible yaitu perpindahan material dengan menggunakan 3 unit AGV dan 1 unit AGV sebagai cadangan. Skenario ketiga mampu meningkatkan kapasitas produksi sebesar 0,16% per bulan dan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 7,8% serta Pay Back Period (PBP) tercapai setelah 7,83 tahun.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectbatch productioen_US
dc.subjectsimulasi penanganan materialen_US
dc.subjectAutomatic Guided Vehicle (AGV)en_US
dc.subjectInternal Rate of Returnen_US
dc.subjectPay Back Perioden_US
dc.titleSimulasi Teknik Penanganan Material Sistem Produksi Secara Manual dan Otomatis Berbasis Automatic Guided Vehicle (AGV)en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • Simposium Nasional Ke-12 RAPI 2013
    Pengembangan Teknologi Berbasis Pendekatan Kluster & Konsorsium Riset Menuju Masterplan Pengembangan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Show simple item record