Show simple item record

dc.contributor.authorPratiwi, Indah
dc.date.accessioned2013-12-27T08:04:58Z
dc.date.available2013-12-27T08:04:58Z
dc.date.issued2013-11-23
dc.identifier.citationKementrian Koperasi & UMKM, 2012, Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) Tahun 2011-2012 Pratiwi, 2009, Pengembangan Metode dan Peralatan Kerja Industri Mebel Kayu Mangga dengan Pendekatan Ergonomi pada Pengrajin Mebel di Gatak Sukoharjo, Seminar Nasional Teknik Industri Universitas Hasanudin, Tarwaka, dkk, 2004, Ergonomi untuk Keselamatan Kesehatan Kerja dan Produktivitasen_US
dc.identifier.issn2339028X
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4108
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi lingkungan kerja fisik dan gangguan kesehatan yang dirasakan pekerja pembuat gerabah di Kasongan Bantul – Jogjakarta. Lingkungan kerja fisik apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan potensi bahaya fisik, meliputi: kebisingan (noise), radiasi, pencahayaan, getaran, tekanan panas. Pembuatan gerabah dilakukan didalam maupun di luar ruangan, melalui 5tahapan aktivitas, yaitu: proses penggilingan, proses pembentukan, proses pembakaran, proses pengecatan, dan proses pengepakan. Pada penelitian ini, metode yang dilakukan adalah menyebarkan kuisioner lingkungan kerja fisik dan gangguan kesehatan pekerja kepada 170 responden pada ke-5 aktivitas diatas. Pada lingkungan kerja fisik terdapat sepuluh item pertanyaan berkaitan yang dirasakan pekerja secara langsung dan sembilan item pertanyaan untuk gangguan kesehatan. Hasil pengolahan data yang diperoleh adalah : 52,35% menyatakan kondisi tempat kerja (didalam/diluar ruangan) terlalu berdebu, 47,65% responden menyatakan terlalu panas, sedangkan hanya 5,29% responden menyatakan kondisi terlalu dingin. Pada gangguan kesehatan yang dirasakan pekerja, adalah 57,65% responden menyatakan sering mengalami rasa lelah yang lebih cepat dan mulut terasa kering (dehidrasi) dan 44,71% responden menyatakan sering menyatakan pegal di daerah mata sedangkan hanya 20,59% responden menyatakan mengalami dada sesak atau sakit (chest tightness/pain).en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectlingkungan kerjaen_US
dc.subjectgangguan kesehatanen_US
dc.subjectindustri gerabahen_US
dc.titleAnalisis Kuisioner Lingkungan Kerja dan Gangguan Kesehatan Pekerja di Industri Gerabah - Jogjakartaen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record