Show simple item record

dc.contributor.authorJuanita
dc.date.accessioned2014-01-06T22:20:33Z
dc.date.available2014-01-06T22:20:33Z
dc.date.issued2013-11-23
dc.identifier.citationPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2011 tentang Manajemen Dan Rekayasa, Analisis Dampak, Serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas Juanita, (2009), Kajian Dampak Pembangunan Spbu Terhadap Dampak Lalu Lintas, Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Hidup, Teknik Kimia UMP, Purwokerto Juanita, (2009), Studi Pembangunan Kawasan Komersial Terhadap Problematika Transportasi, Prosiding Seminar Internasional Hasil – Hasil Penelitian, LPPM UMP, Purwokerto Muhammad Efrizal, (2008), Penetapan model bangkitan pergerakan untuk beberapa tipe perumahan di kota Pematangsiantar dengan studi kasus di perumahan pinggiran kota Pematangsiantar, Tesis, USU, Medan Tamin O.Z., (2003), Perencanaan dan Pemodelan Transportasi contoh soal dan aplikasi, Edisi Kesatu, ITB, Bandung Tamin O.Z, Russ Bona Frazila, (1997), Penerapan Konsep Interaksi Tata Guna Lahan-Sistem Transportasi dalam Perencanaan Sistem Jaringan Transportasi, Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota ITB, Vol 8, No.3, hal 34-52, Juli 1997, ISSN:0853-9847 Tamin O.Z., Nahdalina, (1997), Analisis Dampak lalu Lintas, Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota ITB, Vol 9, N0 3, hal 22-40, September 1998, ISSN:0853-9847en_US
dc.identifier.issn2339028X
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4146
dc.description.abstractKetidakkonsistenan pengembangan tata guna lahan yang telah direncanakan dalam rancangan tata ruang kota akan mengakibatkan pergerakan bangkitan perjalanan yang bisa tidak terakomodir oleh sistem jaringan jalan yang ada sehingga menimbulkan permasalahan berupa kemacetan, antrian dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bangkitan pergerakan yang ditimbulkan oleh aktivitas perumahan terhadap dampak lalu lintas. Berdasarkan survey yang telah dilakukan terhadap 2 perumahan dhasilkan bahwa bangkitan pergerakan yang ditimbulkan tiap 100 meter persegi luas kawasan pada jam puncak yaitu 7 orang di Purwokencana I dan II sedangkan di Griya Satria Indah Sumampir 3 orang. Kedua perumahan tersebut masuk ke dalam pengembangan kawasan berskala sedang dengan kelas analisis dampak lalu lintas kelas II. Hasil analisis menunjukkan 4 ruas jalan masih dibawah VCR kritis sedangkan 1 ruas jalan di atas VCR kritis. Satu simpang tak bersinyal memerlukan pengaturan dan memerlukan sinyal lampu lalu lintas dengan rasio belok kanan yang besar. Dapat disimpulkan disini bahwa bangkitan pergerakan perumahan dapat mengakibatkan dampak lalu lintas di jaringan jalan.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectpergerakanen_US
dc.subjectbangkitanen_US
dc.subjectperumahanen_US
dc.subjectdampaken_US
dc.subjectlalu lintasen_US
dc.titleKajian Pergerakan Bangkitan Perumahan Terhadap Lalu Lintasen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record