Show simple item record

dc.contributor.authorIdrus, Mgs. Ahmad
dc.contributor.authorHarismah, Kun
dc.contributor.authorSriyanto, Agus
dc.date.accessioned2014-01-17T03:23:43Z
dc.date.available2014-01-17T03:23:43Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.citationGirgis, A. Y., (2003), Production of High Quality Castile Soap from High Rancid Olive Oil. Gracas y Aceites. 54(3): 226-233 Hambali, E., A. Suryani, dan M. Rifai, (2005), Membuat Sabun Transparan untuk Gift dan Kecantikan, Penebar Swadaya, Jakarta: 19-23. Kikuzaki, H., and Nakatani, N., (1993), Antioxidant Effets of Some Ginger Cntituents, J. Food Sci., 58 (6) 1407 Langingi R. Momuat LI. Kumaunang MG., 2012, Pembuatan Sabun Mandi Padat dari VCO yang Mengandung Karotenoid Wortel. Jurnal MIPA Unsrat 1 (1) 20-23. Melawaty L., (2010), Variasi Gel Lidah Buaya pada Pembuatan Sabun Mandi Transparan, Adiwidia, Edisi Maret (2). Oluwatoyin SM., (2011), Quality Soaps Using Different Oil Blends, Journal of Miicrobiology and Biotechnology Research, 1 (1) 29-34 Rohman, S., (2009), Bahan Pembuatan Sabun, http://majarimagazine.com/ 2009/07/bahan- pembuatan-sabun/, diakses 12 September 2012. Somantri, I. H., Hasanah, M., Adisoemarto, S., Thohari, M., Nurhadi, A. dan Orbani, I. N., (2004), Mengenal Plasma Nutfah Tanaman Pangan, biogen.litbang.deptan.go.id, diakses 10 Oktober 2013 Towaha, J., (2012). Manfaat eugenol cengkeh Indonesia dalam berbagai indusri di Indonesia, Perspektif 11 (2) 79-90. Warra AA., (2013). A Repport on Soap Making in Nigeria using Indigenous Technology and Raw Materials. African Journal of Pure and Applied Chemistry 7 (4) 139-145. Wiliam B. Cuvelier M.E. Berset C., (1995), Use of a free radical method to evaluate antioxidant activity. Lebensm Wiss. Technol 28, 25-30. zelenaplus.com. diakses 25 Maret 2013en_US
dc.identifier.issn2339-028X
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4152
dc.description.abstractSekarang ini semakin banyak orang tertarik menggunakan sabun herbal karena sifat bioaktif senyawa yang terkandung di dalamnya. Sabun herbal sebagai sabun alami dibuat dengan mencampurkan ekstrak tanaman herbal. Kemangi (Ocimum sanctum) sebagai salah satu tanaman herbal mengandung minyak atsiri, senyawa linalool 71-82%, polifenol misal flavanoid dan antosianin. Daun kemangi mempunyai manfaat sebagai antidiabetik, antibakteri, antihiperglikemik, juga dilaporkan mempunyai aktivitas sebagai antiinflamatori dan mempunyai efek aktivitas antioksidan. Berdasarkan aneka manfaat kemangi dan mudah diperoleh maka dilakukan kajian tentang pemanfaatan kemangi sebagai substitusi aroma pada pembuatan sabun dan efektivitas antioksidan yang terkandung dalam kemangi. Pembuatan sabun dilakukan dengan menerapkan reaksi saponifikasi menggunakan bahan dasar minyak kedelai, NaOH, dan daun kemangi. Sabun dibuat dengan variabel kadar larutan NaOH yang berbeda-beda yaitu 29%, 31%, 33% dan 35%. Kualitas sabun diuji menurut standar mutu sabun mandi SNI No.06-3532-1994, uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan melakukan perhitungan persen penghambat 2,2- diphenyl-1-picryl-hydrazyl (DPPH). Hasil kajian menunjukkan bahwa sabun herbal dengan bahan dasar minyak kedelai, larutan NaOH 35%, dan daun kemangi memenuhi standar mutu sabun mandi SNI No. 06-3532-1994 dengan kadar air 14,08%, asam lemak 62,50%, alkali bebas 0,09%, lemak tak tersabunkan 0,32%, dan tidak terdeteksi adanya minyak mineral serta mempunyai aktivitas antioksidan sebesar 2,64.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectdaun kemangi (Ocimum sanctum)en_US
dc.subjectminyak kedelaien_US
dc.subjectsaponifikasien_US
dc.subjectaktivitas antioksidanen_US
dc.titlePemanfaatan Kemangi (Ocimum sanctum) sebagai Substitusi Aroma pada Pembuatan Sabun Herbal Antioksidanen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record