Show simple item record

dc.contributor.authorMuamaroh, Muamaroh
dc.contributor.authorPrihartanti, Nanik
dc.date.accessioned2014-07-16T03:26:56Z
dc.date.available2014-07-16T03:26:56Z
dc.date.issued2012-12
dc.identifier.citationBygate, M. 1987. Speaking. Language Teaching, A Scheme for Teacher Education. Oxford: Oxford University Press. Clark, A. J. 1989. Communication Confidence and Listening Competence: An Investigation of the Relationships of Willingness to Communicate, Communication Apprehension, and Receiver Apprehension to Comprehension of Content and Emotional Meaning in Spoken Messages. Communication Education, 38(3), 237-248. doi: 10.1080/ 03634528909378760. Horwitz, E. K., Horwitz, M. B., & Cope, J. 1986. Foreign language classroom anxiety. The Modern language journal, 70(2), 125-132. Hashimoto, Y. 2002. Motivation and Willingness to Communicate as Predictors of Reported L2 Use: The Japanese ESL Context. Second Language Studies, 20(2), 29-70. Retrieved from http://www.hawaii.edu/sls/sls/wp-content/uploads/2011/06/Hashimoto.pdf Kayi, H. 2006. Teaching speaking: Activities to promote speaking in a second language. The Internet TESL Journal, 12(11), 1-4. Language Center. (n.d). Laporan survey kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. (Unpublished report). Language Center Universitas Muhammadiyah Surakarta. Lembaga Pengembangan Ilmu Dasar dan Bahasa. Universitas Muhammadiyah Surakarta. (n.d.). Retrieved 3/07/13, from http://lpidb.ums.ac.id Luciana, & Aruan. 2005. A Discourse-Based Approach. Paper presented at LIA International Conference, Jakarta Indonesia on March 2005. MacIntyre, P. D., Dörnyei, Z., Clément, R., & Noels, K. A. 1998. Conceptualizing Willingness to Communicate in a L2: A Situational Model of L2 Confidence and Affiliation. The Modern Language Journal, 82(4), 545-562. doi: 10.1111/j.1540- 4781.1998.tb05543.x. MacIntyre, P. D., Baker, S. C., Clément, R., & Conrod, S. 2001. Willingness to Communicate, Social Support, and Language Learning Orientations of Immersion Students. Studies in Second Language Acquisition, 23(3), 369-388. Retrieved from http://journals.cambridge.org/action/displayFulltext?type=1&fid=85930&jid= SLA&volumeId=23&issueId=03&aid=85929 McCroskey, J. C. 1992. Reliability and validity of the willingness to communicate scale. Communication Quarterly, 40(1), 16-25. Muamaroh. 2009. “Oral English Proficiency: Obstacles and Solution for University Students on Muhammadiyah University of Surakarta”. Kajian Linguistik dan Sastra, 21(1), 1- 10. Surakarta : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Rusdi. 2003. Developing Standards for Students’ Speaking Skill at High Schools. Paper presented at the 51st TEFLIN International Conference, Bandung, Indonesia, on October 2003. Sembiring, B. C. 2003. Competency-Based Speaking Class: A Convergent-Typed Syllabus Design. Paper presented at the 51st TEFLIN International Conference, Bandung, Indonesia on October 2003. Von Wörde, R. 2003. Students’ perspectives on foreign language anxiety. Inquiry, 8(1), 21- 40. Young, D. J. 1990. An investigation of students’ perspectives on anxiety and speaking. Foreign Language Annals, 23(6), 539-553.en_US
dc.identifier.issn0852-9604
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4564
dc.description.abstractPaper ini mendeskripsikan hasil penelitian tentang kemauan mahasiswa dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan level kecemasan mereka. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemauan mahasiswa Indonesia berkomunikasi dalam bahasa Inggris, mendeskripsikan hubungan antara kecemasan terhadap bahasa Inggris dan kemauan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester satu di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ada 426 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa kueisoner dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan analisis regresi (ANAREG) dan analisis kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemauan berkomunikasi dalam bahasa Inggris mahasiswa sangat lemah ( skor 14.21 dari 100 dari skala WTC), sementara kecemasan mereka terhadap bahasa Inggris berada dalam level sedang (skor 39.66 dari 100 dari skala FLCAS). 51% mahasiswa menyatakan bahwa kemauan berkomunikasi dalam bahasa Inggris mereka lemah. 68% mahasiswa menyatakan bahwa rasa cemas terhadap bahasa Inggris mempengaruhi kemauan dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sementara 12% mahasiswa menyatakan sebaliknya. Penelitian ini menemukan hubungan yang signifikan antara kecemasan terhadap bahasa Inggris dengan kemauan berkomunikasi dalam bahasa Inggrisen_US
dc.publisherLPPM UMSen_US
dc.subjectkemauan berbicaraen_US
dc.subjectrasa cemasen_US
dc.subjectberbahasa Inggrisen_US
dc.subjectmahasiswa Indonesiaen_US
dc.titleWillingness to Communicate in English: A Case Study of Indonesian University Studentsen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record