Show simple item record

dc.contributor.authoraputro, Eka Andi
dc.contributor.authorLefiyanti, Olim
dc.contributor.authorMastuti, Ir. Endang
dc.date.accessioned2015-03-31T06:58:16Z
dc.date.available2015-03-31T06:58:16Z
dc.date.issued2014-12
dc.identifier.citationChua, Melinda,(2012),Methodologies forthe extraction and analysis of konjac glucomannan. Sugiyama N, Shimara S, and Ando T.,(1971), Studies on mannan and related compoundsI, The purification of konjac mannan,Bulletin Chem. Soc. of Japan, 45:561-56 Takigami S. (2000), ‘Konjac Mannan’, Dalam GO Phillips and PA Williams (Eds),Handbook of Hydrocolloids, Woodhead, Cambridge Tatirat, (2011),physicochemical properties of konjac glucomannan extracted from konjac flour Widjanarko,(2011),Effect of Multi Level Ethanol Leaching on Physico Chemical Properties. Widjanarko, (2014), Pengaruh Lama Penggilingan Tepung Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) Dengan Metode Ball Mill (Cyclone Separator) Terhadap Sifat Fisik Dan Kimia Tepung Porang Wootton,(1993),The extraction of aglucomannan polysaccharide from konjac corms.in_ID
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/5540
dc.description.abstractGlukomanan merupakan serat pangan larut air yang bersifat hidrokoloid kuat dan rendah kalori yang banyak digunakan dalam industri pangan baik sebagai pangan fungsional maupun bahan tambahan pangan dan non pangan seperti dalam industri kosmetik dan produk kesehatan.Glukomanan ini banyak terdapat dalam umbi porang dan umum dipasarkan dalam bentuk tepung porang.Tepung porang dengan kadar glukomanan yang lebih tinggi memiliki harga jual yang lebih tinggi pula. Dengan cara ekstraksi/leaching terhadap tepung porang menggunakan larutan etanol akan melarutkan pengotor yang terdapat dalam tepung porang.Tepung porang yang dipakai dalam penelitian ini berasal dari jenis umbi porang Amorphophallus muelleri Blume. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh konsentrasi pelarut, rasio jumlah bahan dengan pelarut, dan lama waktu pengadukan pada proses ekstraksi/leaching pada tepung porang untuk mendapatkan tepung glukomanan dengan kemurnian yang tinggi. Langkah kerja dalam penelitian ini dengan memasukkan 10 gram tepung porang dalam larutan etanol dengan variasi konsentrasi pelarut etanol (40%,50%,60%) dan variasi volume larutan etanol (100ml,150ml). Campuran tersebut kemudian diaduk meggunakan magnetic stirrer dengan variasi lama pengadukan (30menit, 60 menit, 90 menit).Selanjutnya memisahkan tepung dengan larutan etanol menggunakan kertas saring. Sisa etanol dalam tepung diuapkan menggunakan pemanasan oven pada suhu 60oC sampai tepung kering. Tahap berikutnya menghitung kadar glukomanan dalam tepung. Berdasarkan data hasil percobaan pada variasi konsentrasi pelarut etanol diperoleh kecenderungan bahwa semakin besar konsentrasi pelarut etanol yang digunakan (60%) maka semakin besar pula kadar glukomanan yang dihasilkan. Sementara untuk variasi rasio bahan dengan pelarut diperoleh kecenderungan bahwa semakin banyak pelarut yang digunakan (1:15) maka semakin besar pula kadar glukomanan yang dihasilkan. Untuk variasi lama pengadukan tidak diperoleh kecenderungan pengaruh terhadap kadar glukomanan tepung yang dihasilkan. Kadar glukomanan yang diperoleh setelah dilakukan pemurnian berkisar pada 36.69%-64.22% dengan kadar glukomanan tepung sebelum pemurnian sebesar 28.76%. Pada percobaan dengan variasi konsentrasi pelarut etanol 60%, lama pengadukan 30 menit, dan rasio jumlah bahan dengan pelarut 1:15 diperoleh kadar gluomanan tertinggi yakni 64,22%.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjecttepung porangin_ID
dc.subjectekstraksiin_ID
dc.subjectglokomananin_ID
dc.subjectetanolin_ID
dc.titlePemurnian Tepung Glukomanan dari Umbi Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) Menggunakan Proses Ekstraksi/Leaching dengan Larutan Etanolin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record