Show simple item record

dc.contributor.authorYuliani, Ratna
dc.contributor.authorErwiyani, Agitya Resti
dc.contributor.authorIndrayudha, Peni
dc.date.accessioned2015-04-07T09:12:29Z
dc.date.available2015-04-07T09:12:29Z
dc.date.issued2009-12
dc.identifier.citationCheeke, P. R, 2000, Actual and Potential Applications of Yucca schidigera and Quillaja saponaria Saponins in Human and Animal Nutrition, J. Anim. Sci, 77, 1-10. Cowan, M. M, 1999, Plant Products as Antimicrobial Agents, Clinical Microbiology Reviews, Oct, 564-582. Gibson, J. M, 1996, Mikrobiologi dan Patologi Modern Untuk Perawat, Cetakan Pertama, Buku Kedokteran EGC, Jakarta. Hutapea, 1999, Inventaris Tanaman Obat Indonesia, Departemen Kesehatan RI, Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta. Jawetz, E., Melnick, J. L, Adelberg, E. A, 2005, Mikrobiologi Kedokteran, Penerbit Salemba Medika, Jakarta. Josodiwondo, S, Lintong, M, Rahim, A, Suharto, 1994, Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, Edisi Revisi, Binarupa Aksara, Jakarta. Killeen, G. F,. Madigan, C. A, Connolly, C. R, Walsh, G. A, Clark, C, Hynes, M. J, Timmins, B. F, James, P, Headon, D. R, and Power, R. F, 1998, Antimicrobial saponins of Yucca schidigera and the implications of their in vitro properties for their in vivo impact, J. Agric. Food Chem, 46, 3178-33186. Melendez, P. A, Capriles, V. A, 2006, Antibacterial Properties of Tropical Plants from Puerto Rico, Phytomedicine, volume 13, 272-276. Sujudi, 1994, Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, Edisi Revisi, 3-5, Binarupa Aksarain_ID
dc.identifier.issn978-979-18514-4-2
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/5577
dc.description.abstractCeremai (Phyllanthus acidus (L) Skeels) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber obat. Ekstrak metanol buah ceremai mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol buah ceremai dan menentukan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Ekstrak etanol buah ceremai dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% sebagai penyari. Ekstrak dengan seri konsentrasi sebesar 0,125; 0,25, 0,5, 1, dan 2% diuji aktivitas antibakterinya terhadap terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode dilusi padat. Nilai KBM ditentukan dari konsentrasi ekstrak terkecil yang mampu membunuh bakteri. Untuk mengetahui senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dilakukan bioautografi. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah ceremai menunjukkan bahwa KBM ekstrak etanol buah ceremai terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli berturut-turut adalah 0,5 dan 1%.. Hasil uji bioautografi ekstrak etanol buah ceremai menunjukkan bahwa senyawa yang bertanggung jawab sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus adalah polifenol dan saponin sedangkan senyawa yang beraktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli adalah polifenol.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectAntibakteriin_ID
dc.subjectceremaiin_ID
dc.subjectEscherichia coliin_ID
dc.subjectStaphylococcus aureusin_ID
dc.titleAktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Ceremai (Phyllanthus acidus (L) Skeels) Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coliin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record