Show simple item record

dc.contributor.authorSukarmi
dc.date.accessioned2015-04-16T03:20:51Z
dc.date.available2015-04-16T03:20:51Z
dc.date.issued2015-04
dc.identifier.citationHasil Workshop Sistem Pengupahan Dan Bagi Hasil Usaha Perikanan Tangkap, Tanggal 21-23 Oktober 2002, Dinas Kelautan Dan Perikanan Propinsi Jawa Tengah. Rokhmin Dahuri, 2001, Kata Pengantar dalam Ary Wahyono, Pemberdayaan http://www.walhi.or.id/kampanye/pela/060304.krsknlingkpsistjw.h/ Mubyarto, Nelayan Dan Kemiskinan, Studi Ekonomi Antropologi di Dua Desa Pantai, Rajawali, Jakarta, 1984. Sayogyo, Cendekiawan Pembela kaum lemah, Gatra No.20 Tahun XVIII, 22-28 Maret 2012, Kompas, Sabtu tanggal 25 Pebruari 2012, hal.22. (Nelayan Minta Agar Harga Solar Murah). Yulistyo, Memotret Pemberdayaan Hasil Laut, dalam Kompas nomor 20 Tahun XVIII tanggal 22-28 Maret 2012.in_ID
dc.identifier.isbn978-602-72446-0-3
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/5677
dc.description.abstractBudaya lokal dengan segala instrumennya mengakar kuat dalam sanubari masyarakat nelayan, bertindak berdasar pada keyakinan untuk keseimbangan, walaupun faktanya berbeda. Tidak sinkronnya kebijakan yang terpadu institusi pusat dengan daerah berdampak kebingungan dalam pijakan. Otonomi Daerah yang seharusnya memberi pondasi dengan Peraturan Daerah setempat, namun sampai kini Peraturan Daerah belum mengatur tentang bagi hasil. Sehingga berdampak terjadi ketimpangan bagi hasil antara nelayan Juragan dengan nelayan Pandega, untuk dapat mencapai keadilan dan keseimbangan.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectkesimbanganin_ID
dc.subjectbagi hasil nelayan Pandegain_ID
dc.subjectnelayan Juraganin_ID
dc.titleKeseimbangan Bagi Hasil Masyarakat Nelayan: Studi Kritis Masyarakat Nelayan di Kabupaten Pati dan Rembang Jatengin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record