Show simple item record

dc.contributor.authorYuwanto, Listyo
dc.contributor.authorMaria, Cyntia
dc.contributor.authorSeptine, Sonya
dc.contributor.authorSantoso, Meliawati
dc.date.accessioned2015-12-18T07:27:46Z
dc.date.available2015-12-18T07:27:46Z
dc.date.issued2014-05-24
dc.identifier.citationBattistich, V., Schaps, E., Watson, M., Solomon, D., & Lewis, C. (2000). Effects of the child development project on students’ drug and other problem behaviors. Journal of Primary Prevention, 21,75-99. Crozier, S. & Sileo, N. M. (2005). Encouraging positive behavior with social stories. Teaching Exceptional Children, 37(6), 26-31. Richardson, R.C., Tolson, H., Huang, T.Y., & Lee, Y.S. (2009). Character education : Lessons for teaching social and emotional competence. Children & Schools, 31(2), 71-78. Sanchez, T.R. (2006). The man who could have been king : A storyteller’s guide for character education. Journal of Social Studies Research, 30(2), 3-9. Thiemann, K. S., & Goldstein, H. (2001). Social stories, written text cues, and video feed back: Effects on social communication of children with autism. Journal of applied behavior analysis, 34(4), 425-446. Yuwanto, L. (2012). Ruang Pertemuan Dusun Jambu : Asal Ide Pendidikan Karakter Melalui Punakawan. Dalam L. Yuwanto & K. Batuadji (Eds.). Untaian bunga-bunga kesadaran dan butir-butir mutiara pencerahan : Kumpulan catatan reflektif kami di Merapi (pp 14-16). Jakarta : Dwiputra Pustaka Jaya. Yuwanto, L. (2012). Pengungsi Merapi dan Etika Hidup Orang Jawa. Dalam L. Yuwanto & K. Batuadji (Eds.). Untaian bunga-bunga kesadaran dan butir-butir mutiara pencerahan : Kumpulan catatan reflektif kami di Merapi (pp 74-81). Jakarta : Dwiputra Pustaka Jaya. Yuwanto, L. (2012). Social Stories Punakawan. Dalam L. Yuwanto (Ed.). Social stories ala punakawan : Media pendidikan karakter anak usia dini (pp 23-27). Jakarta : Dwi Putra Pustaka Jaya.in_ID
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/6393
dc.description.abstractSocial stories Punakawan merupakan media pendidikan karakter anak usia dini berbasis kearifan lokal dengan keunikan a) cerita pendek memuat karakter positif dalam kehidupan sehari-hari, b) konkret dan lucu menggunakan media wayang kulit punakawan memungkinkan interaksi secara langsung dengan anak-anak melalui dialog dan sentuhan fisik, c) mengandung sisipan permainan dan tembang/lagu tradisional bermuatan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan proses social stories punakawan dan mengevaluasi kemanfaatan social stories Punakawan untuk pendidikan karakter anak usia dini. Subjek penelitian 14 pendidik anak usia dini di Desa Kepuharjo Cangkringan Sleman dari total 35 pendidik anak usia dini yang telah mendapatkan pelatihan dan menerapkan social stories Punakawan sebagai media pendidikan karakter anak usia dini. Kemanfaatan social stories punakawan diukur menggunakan self repport secara kualitatif terdiri atas a) kesulitan yang dialami saat memberikan social stories punakawan, b) manfaat metode social stories untuk pendidikan karakter anak usia dini, c) perubahan perilaku sebelum dan setelah mendapatkan social stories punakawan. Hasil penelitian menunjukkan 11 (78,6%) subjek menyatakan tidak mengalami kesulitan dalam memberikan social stories punakawan, dan 3 (21,4%) mengalami kesulitan. Seluruh pendidik anak usia dini menyatakan social stories memberikan manfaat dengan indikasi adanya perubahan perilaku anak sebelum dan setelah mendapatkan social stories punakawan. Beberapa hal yang mendukung kemanfaatan social stories Punakawan sebagai media pendidikan karakter : a) Kesesuaian konteks punakawan dan budaya anak-anak usia dini, b) kreativitas pendidik anak usia dini dalam menyampaikan social stories punakawan, c) cerita yang dirancang sesuai kehidupan sehari-hari anak usia dini, dan d) kesesuaian metode dengan tahapan perkembangan kognitif anak usia dini. Saran yang dapat diberikan a) perlu adanya penyesuaian social stories punakawan anak-anak usia dini dengan latar belakang budaya yang berbeda (misalnya bahasa, konteks cerita), b) perlu adanya pengembangan alat ukur kemanfaatan social stories secara kuantitatif, dan c) perlunya alternatif media wayang sehingga social stories punakawan tetap dapat diterapkan.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectPendidikan karakterin_ID
dc.subjectsocial stories punakawanin_ID
dc.subjectanak usia diniin_ID
dc.titleSocial Stories Wayang Punakawan sebagai Media Pendidikan Karakter Anak Usia Diniin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record