Show simple item record

dc.contributor.authorYuwanto, Listyo
dc.contributor.authorKhiat, Vanessa
dc.date.accessioned2015-12-22T08:36:25Z
dc.date.available2015-12-22T08:36:25Z
dc.date.issued2015-06-13
dc.identifier.citationHughes, D., & Chen, L. (1997). When and what parents tell children about race: An examination of race related socialization among African American families. Applied Developmental Science, 1(4), 200-214. Hughes, D., Smith, E., Stevenson, H., Rodriquez, J., Johnson, D., & Spicer, P. (2006). Parents ethnic-racial socialization practices : A review of research and directions for future study. Development Psychology 42(5), 747-770. Humanitarian Accountability Partnership. (2010). Standar HAP 2010 dalam akuntabilitas dan manajemen kualitas (Hepi Rahmawati, Pengalih Bahasa). Geneva : HAP International Minnesota Department of Health (2013). Psychological first aid (PFA). Diunduh dari http://www.health.state.mn.us/oep/responsesystems/pfa.pdf Myers, D. G. (2008). Social psychology (9th ed.). New York : McGraw Hill Prihartini, N. (2009). Relasi etnisitas Jawa-Cina dalam masyarakat majemuk. Anima Indonesian Psychological Journal, 24(3), 245-254. Sherif, M. (1958). Superordinate goals in the reduction of intergroup conflict. The American Journal of Sociology, 63 (4), 349-356. Sugoto, S., & Yusof, A.M. (2008). Racial socialization in two cultures. Anima Indonesian Psychological Journal, 23(3), 214-221. Supriyono, P. (2014). Seri pendidikan pengurangan risiko : Bencana gunung meletus. Yogyakarta : Penerbit Andi. Yuwanto, L., Adi, C. M. P., Pamudji, S. S., & Santoso, M. (2014). Issue kontemporer psikologi bencana. Sidoarjo : Dwi Putra Pustaka Jay.in_ID
dc.identifier.isbn978-602-71716-2-6
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/6509
dc.description.abstractIndonesia memiliki potensi kerawanan bencana alam yang tinggi sehingga tidak mengherankan bencana alam terjadi silih berganti menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Bantuan bagi korban bencana alam berupa program psychological first aid (PFA) berasal dari berbagai etnis yang ada di Indonesia menunjukkan sisi positif rasa persaudaraan dalam kehidupan multikulturalisme. Bencana alam memfasilitasi pembelajaran karakter multikulturalisme melalui program PFA bagi korban bencana alam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, bertujuan menggambarkan peran program PFA sebagai sarana pembelajaran karakter multikulturalisme. Subjek penelitian 4 mahasiswa etnis Tionghoa yang mengikuti program PFA erupsi Gunung Kelud tahun 2014. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya stereotipe awal negatif subjek penelitian terhadap korban bencana yang beretnis Jawa. Stereotipe ini mendasari keraguan subjek penelitian untuk dapat diterima dan membantu secara optimal korban bencana alam. Stereotipe negatif subjek penelitian didapatkan melalui sosialisasi etnis orangtua dan keluarga besar. Melalui program PFA terjadi interaksi langsung subjek penelitian dan korban bencana alam sehingga mengkonfirmasi stereotipe awal dan membentuk stereotipe yang lebih positif. Dengan demikian stereotipe positif implikasinya memperbaiki relasi antarkelompok. Hasil penelitian didiskusikan lebih lanjut.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectkarakter multikulturalismein_ID
dc.subjectetnisin_ID
dc.subjectstereotipein_ID
dc.subjectpsychological first aidin_ID
dc.titlePembelajaran Karakter Multikulturalisme Melalui Program Psychological First Aid Korban Bencana Alamin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record