Show simple item record

dc.contributor.authorHasan, Jul
dc.date.accessioned2017-04-28T02:57:51Z
dc.date.available2017-04-28T02:57:51Z
dc.date.issued2016-12-04
dc.identifier.citationAriyanti, Vicky. 2012. Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Pro-Poor City. UGM: Yogyakarta Anonym. 2016. https://id.crowdvoice.com/posts/indonesia-masuk-urutan-ke-68- negara-termiskin-2gMx/diakses pada tanggal 13/05/2016. Koropitan.2016.http://sains.kompas.com/read/2016/01/25/21131041/Indonesia .Sudah.Terdampak.Bencana.Iklim/diakses pada tanggal 14/05/2016 Anonimous, 2004. Temperatur Rata-rata Global 1860 sampai 2000. tersedia dalam http//id.wikipedia.org/wiki. Pemanasan_Global#search columnone/diakses pada tanggal 14/05/2016.in_ID
dc.identifier.issn978-602-361-044-0
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/8570
dc.description.abstracterubahan iklim global merupakan salah satu bencana alam yang sangat mencekam pada abad ke 21 saat ini. Perubahan iklim adalah salah satu fenomena alam dimana terjadi perubahan nilai unsur-unsur iklim baik secara alamiah maupun yang dipercepat akibat aktivitas manusia di muka bumi. Pemanasan global merupakan salah satu dari sekian banyak pengaruh dampak perubahan iklim. Pemanasan global (global warming)adalah suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Dampak yang dirasakan telah menjamaah diberbagai sektor kehidupan masyarakat. Sejak revolusi industry dimulai hingga sekarang telah menyebabkan peningkatan suhu udara secara signifikan. Selain itu, pemanasan global menyebabkan anomaly iklim seperti el -nino. Salah satu daerah yang terkena dampak pemanasan global yaitu Desa Lambusa yang terletak di kabupaten Konawe Selatan. Desa Lambusa merupakan daerah yang didominasi oleh sektor pertanian. Selain memiliki potensi daerah berupa sektor pertanian, Desa Lambusa juga merupakan daerah yang harus mewaspadai dampak perubahan iklim karena akan mempengaruhi kualitas pertaniannya terutama masyarakat yang berprofesi sebagai petani yang sebagian besar masyarakatnya adalah masyarakat miskin. Metode penelitian digunakan metode pendekatan geografi yaitu pendekatan kompleks wilayah dengan mempertimbangkan potensi wilayah serta pengaruh pemanasan global terhadap sektor pertanian di Desa Lambusa. Agen yang akan menghadapi permasalahan perubahan iklim untuk meminimalisirnya adalah MARKISA (Masyarakat Miskin Sadar) akan dampak pemanasan global di Desa Lambusa.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherMuhammadiyah University Pressin_ID
dc.subjectPemanasan globalin_ID
dc.subjectDesa Lambusain_ID
dc.subjectminimalisasiin_ID
dc.titleMinimalisasi Risiko Bencana Melalui Adaptasi Markisa (Masyarakat Miskin Sadar) Akan Dampak Pemanasan Global di Desa Lambusain_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record