Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Dian Aditya Mandana
dc.contributor.authorHandziko, Rio Christy
dc.date.accessioned2017-05-01T23:54:54Z
dc.date.available2017-05-01T23:54:54Z
dc.date.issued2016-06-04
dc.identifier.citationChambers, Robert. 1996. PRA Participatory Rural Appraisal Memahami Desa Secara Partisipatif. Yogyakarta : Penerbit Kanisius. Putri, Dian Aditya Mandana. 2014. Catatan survey awal ke Desa Jangkaran. Tidak dipublikasikan. Yayasan Kanopi Indonesia, 2015. Laporan Akhir program Mengembangkan dan Mengimplementasikan Menejemen Ekosistem Berkalanjutan Melalui Mitigasi dan Rencana Kesiapsiagaan. Yogyakarta : Yayasan Kanopi Indonesia. UNISDR. 2009. UNISDR Terminologi on Disaster Risk Reduction. Geneva : United Nations. Akses web : http://www.antaranews.com/berita/487732/garis-pantai-indonesia-terpanjang- kedua-di-dunia (diakses pada 2 Juni 2016 pukul 15.00)http://www.kehati.or.id/id/site_content/11-program/36-ekosistem-pesisir-dan- pulau-pulau-kecil.html (diakses pada 2 Juni 2016 pukul 15.00)http://blh.jogjaprov.go.id/2013/01/mengenal-mangrove-di-kulon-progo/ (diakses pada 2 Juni 2016 pukul 15.00) Peraturan Perundangan : UU No. 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil UU No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana Perka BNPB No.1 tahun 2012 tentang pedoman umum desa/kelurahan tangguh bencanain_ID
dc.identifier.isbn978-602-361-044-0
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/8576
dc.description.abstractDesa Jangkaran merupakan desa pesisir dengan bentukan estuari atau muara Sungai Bogowonto. Memiliki tipe pantai dengan perairan terbuka yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, membuat pesisir Desa Jangkaran memiliki berbagai ancaman bencana geologis dan hidrometeorologis. Sebagai Desa Tangguh Bencana, Desa Jangkaran telah menentukan prioritas ancaman bencana yakni Tsunami, membangun kesiapsiagaan, dan membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Dampak dan proses perusakan dari ancaman bencana hidrometeorologis di Desa Jangkaran berjalan perlahan dan tidak langsung seperti ancaman Tsunami. Sehingga dengan mekanisme peningkatan kapasitas desa melalui Desa Tangguh Bencana, peningkatan kapasitas masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorogis sebagai dampak perubahan iklim perlu dilakukan. Seperti halnya dengan pembentukan Desa Tangguh Bencana, kegiatan pendampingan masyarakat ini bertujuan untuk : 1.meningkatkan kesadaran masyarakat tentang adaptasi perubahan iklim yang terjadi di wilayahnya, 2.menyusun langkah penanganan (action plan) terhadap dampak perubahan iklim di Desa Jangkaran. Terdapat tiga metode yang dilakukan antara lain PRA (Participatory Rural Appraisal), Pelatihan dan Training of Trainer, dan aktualisasi action plan. Hasil PRA menunjukkan bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim antara lain seperti berubahnya pola tanam yang diikuti dengan perubahan pertanian sawah dan tegalan menjadi budidaya tambak sehingga memicu usaha normalisasi muara sungai yang berakibat genangan air sungai pada sawah-sawah di sepanjang sempadan Sungai Bogowonto sebagai penurun salinitas tanah dan hama sawah berkurang, terjadi pengikisan tanah (abrasi) pada sepanjang sempadan sungai serta gelombang pasang menjadi bentuk perubahan yang terasa. Bersanding dengan potensi ekosistem mangrove asli yang dapat mulai direhabilitasi untuk mengurangi laju dan dampak perubahan iklim. Rencana aksi yang disepakati adalah meningkatkan kesadaran secara partisipatif oleh FPRB dan pengelolaan ekosistem mangrove sepanjang sempadan Sungai Bogowontoin_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherMuhammadiyah University Pressin_ID
dc.subjectdesa tangguh bencanain_ID
dc.subjectpartisipatifin_ID
dc.subjectdampak perubahan iklimin_ID
dc.titlePeningkatan Kapasitas Desa Tangguh Bencana Terhadap Dampak Perubahan Iklim di Desa Jangkaran Kabupaten Kulonprogoin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record