Show simple item record

dc.contributor.authorSuranto
dc.contributor.authorSetiawan, Eko
dc.contributor.authorSantosa, Totok Budi
dc.date.accessioned2017-05-26T01:18:08Z
dc.date.available2017-05-26T01:18:08Z
dc.date.issued2017-03-22
dc.identifier.citationFaire. 1973. Knowledge-driven entrepreneurship: the key to social and economic transformation. Springer. New York Dordrecht Heidelberg London. Fayolle.,Alain. 2006. Handbook of research in entrepreneurship education: international perspectives. Massachusetts Northampton USA. Edward Elgar Publishing Inc. Formica. Piero.,Thomas Andersson, Martin G. Curley. 2010. Knowledge-Driven Entrepreneurship: The Key to Social and Economic Transformation. Springer. New York Dordrecht Heidelberg London. Fransesco. Perrini. 2006. The new social entrepreneurship: what awaits social entrepreneurial ventures?. UK: Edward Edgar Publishing, London. Moerdiyanto, dkk. 2010. Program IPteks Bagi Kewirausahaan (IbK) Universitas Negeri Yogyakarta, Artikel Jurnal. Yogyakarta. Muhtadi, 2015. Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Program Mahasiswa Wirausaha Di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Laporan Pengabdian Masyarakat. LPPM UMS. Surakarta. Musa Hubeis. 2009. Prospek usaha kecil dalam wadah inkubator. Jakarta. PT. Ghalia Indah. Suherman, Eman. 2008. Desain pembelajaran kewirausahaan. Bandung. PT. Alfabeta. Suranto. 2012. Developing the Entrepreneurship Incubator Model to Increase Students Independence of Entrepreneurship Mentality,. Dissertation. Yogyakarta: Graduate School, Yogyakarta State University. Zimmerer. Zuemm. W. Thomas. Norman M Scarborough. 1996. Entrepreneurship and new venture formation. New Jersey : Prentice Hall International Inc.in_ID
dc.identifier.issn2337-4349
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/8656
dc.description.abstractIPTEKS (Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni) bagi Kewirausahaan (IbK) yang dilaksanakan pada tahun ke-2 ini mengalami antusias perkembangan peminat (peserta) yang cukup besar. IPTEKS yang dilaksanakan bertujuan (a) mengimplementasikan IPTEKS dalam rangka menghasilkan mahasiswa mandiri dalam wirausaha, (b) penguatan mental dan karakter bisnis yang dimiliki mahasiswa UMS, melalui pelatihan tindakan wirausaha secara langsung, pemberdayaan potensi tenant, dan penguatan kegiatan wirausaha. Program IbK yang diselenggarakan tahun ke-2 ini sangat bermanfaat bagi tenant dalam rangka memajukan usaha dan mencetak usaha baru. Metode pendampingan berbasis potensi, berupa pelatihan, pemetaan potensi usaha, motivasi usaha, fasilitasi bagi 10 tenant dari para praktisi. Program IbK dilaksanakan akan memilih 10 tenant (wirausaha baru) sesuai kelompok bidang: ketahanan pangan, herbal, peternakan-perikanan, kuliner dan fashion. Hasil seleksi tahun pertama 20 tenant, 10 tenant dibantu dalam pendampingan hingga pendanaan dan hasilnya sangat menggembirakan. Model pendampingan dan pemberdayaan secara doing, empowering, facilitating dan evaluating. Adapun tahapan tahun ke dua ini pelaksanaan meliputi rekruitmen, penggalian potensi/bakat, interview dan finger print (test sidik jari), dilanjutkan motivasi, pendampingan indoor dan outdoor oleh praktisi wirausaha sesuai bidangnya. Materi pelatihan meliputi pendalaman manajemen bisnis, pengelolaan keuangan, online shop marketing, pengenalan pengembangan usaha, manajemen ritel dan franches. Anggota tenant meliputi mahasiswa PKMK, mahasiswa dan alumni yang merintis usaha baru. Waktu pelaksanaan pelatihan, pemberdayaan, pendampingan direncanakan selama 20 kali pertemuan meliputi 6 di kelas dan 14 kali di luar kelas serta praktek dan dilanjutkan monitoring dilapangan. Kegiatan ini baru berlangsung 2 bulan, melihat semangat dan antusias peserta dalam mengikuti kegiatan. Pelaksanaan pendampingan bekerjasama dengan lembaga socialpreneur yang ada di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan lembaga usaha yang memiliki kompetensi sesuai bidang, seperti: (a) Sekolah Vokasi, mendukung peralatan berbasis teknologi, pelatihan dan tempat pelatihan (b) LazisMu, mendukung keuangan dalam pelaksanaan pendampingan (c) Talents Center, mendukung pelaksanaan penggalian potensi entrepreneur berbasis bakat, IIBF (Indonesian Islamic Business Forum kota Solo) dan HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda kota Sragen). Hasil pendampingan, sesuai observasi sejauh ini telah merekrut 50 calon tenant, sedangkan dalam kegiatan ini hanya 10 yang dibiayai dan dilihat perkembangan usahanya. Harapan ke depan, program IbK yang dijalankan mampu melahirkan wirausaha baru, menciptakan peluang kerja bagi alumni UMS.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectbaruin_ID
dc.subjectIbKin_ID
dc.subjectmelahirkanin_ID
dc.subjectwirausahain_ID
dc.titleIpteks Bagi Kewirausahaan (IbK) Menghasilkan Calon Wirausaha Baru di Universitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record