Show simple item record

dc.contributor.authorDeda, Yohanis Ndapa
dc.contributor.authorDisnawati, Hermina
dc.date.accessioned2017-06-07T02:03:44Z
dc.date.available2017-06-07T02:03:44Z
dc.date.issued2017-03
dc.identifier.citationDominikus, W.S., Toto Nusantara, T., Subanji, & Muksar, M. (2016). LinkBetween Ethnomathematics In Marriage Tradition In Adonara Island And School Mathematics. IOSR Journal of Research & Method inEducation (IOSR-JRME), 3(6),56-62. Diakses darihttps://www.researchgate.net Djoeroemana, S., Myers, B., Russell-Smith, J., Blyth, M. and Salean, I.E.T. ( 2007). Integrated rural development in East Nusa Tenggara, Indonesia. Proceedings of a workshop to identify sustainable rural livelihoods,held in Kupang, Indonesia, 5–7 April 2006. ACIAR Proceedings No. 126, 196p.Diakses dari ris.uksw.edudownloadmakalahkodeM01021. La'a,A. S., & Suwartiningsih, S. (2013). Makna Tenun Ikat bagi Perempuan.KRITIS Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin, 22(1), 21-40. Diakses dari repository.uksw.edu Lela, L. (2002). Katalog Tenunan Kabupaten Timor Tengah Utara. Dewan Kerajinan Nasional, Daerah Timor Tengah Utara. Mamulak, N.M.R. (2015). Rancang Bangun Sistem Informasi Motif-MotifTenunan Daerah Nusa Tenggara Timur menggunakan pendekatan Unified Process. Seminar Nasional Teknologi Informasi danKomunikasi, 399-405. Diakses dari https://fti.uajy.ac.id Nijhoff, M. & Silab, W. (1998). Sistem Politik Atoni Timor. Museum Negeri NTT. Putu, D.A. (2010). Peranan Museum Nusa Tenggara Timur dalamPembelajaran dan Pelestarian Tenun. Tesis Universitas Indonesia. Rosa, M. & Orey, D. C. (2011). Ethnomathematics: the cultural aspects ofmathematics. Revista Latino americana de Etnomatemática, 4(2). 3254. Diakses dari www.revista.etnomatematica.org/index.php/RLE/article/view/32 Sabilirrosyad. (2016). Ethnomathematics Sasak: Eksplorasi Geometri TenunSuku Sasak Sukarara dan Implikasinya Untuk Pembelajaran. JURNAL TATSQIF Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan, 4(1), 49-65. Diakses dari http://ejurnal.iainmataram.ac.id/index.php/tatsqif Snipes, V. & Moses, V. (2001). Linking Mathematics and Culture to Teach Geometry Concepts.LTM Journal Louisiana Association of Teacher of Mathematics,1(1). Diakses dari www.lamath.org/journal/Vol1/LinkCult.pdfin_ID
dc.identifier.issn2502-6526
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/8767
dc.description.abstractMotif kain tenun masyarakat suku dawan merupakan motif warisan nenek moyang yang terus dilestarikan. Dalam makalah ini hanya membahas tiga motif kain tenun, yaitu Motif Buna, Motif Sotis, dan Motif Futus. Motif kain tenun pada masyarakat suku dawan dapat berfungsi sebagai pengenal asal-usul seseorang yang mengenakan kain tenun tersebut. Kain tenun biasanya digunakan pada ritus-ritus adat, penjemputan tamu, dan acara kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan ketiga motif kain tenun dengan konsep matematika sekolah dasar dan menengah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motif Buna, Motif Sotis, dan Motif Futus memiliki hubungan dengan pembelajaran konsep geometri yang dipelajari di sekolah dasar dan sekolah menengah, seperti pengenalan konsep segi empat , garis lurus, dan konsep pencerminan.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherProgram Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectMotif Kain Tenunin_ID
dc.subjectSuku Dawanin_ID
dc.subjectKonsep Geometriin_ID
dc.subjectKonsep Pencerminanin_ID
dc.titleHubungan Motif Kain Tenun Masyarakat Suku Dawan – Timor Dengan Matematika Sekolahin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record