Show simple item record

dc.contributor.authorCholisoh, Zakky
dc.contributor.authorUtami, Wahyu
dc.date.accessioned2012-04-24T02:36:22Z
dc.date.available2012-04-24T02:36:22Z
dc.date.issued2007-12
dc.identifier.citationAstuti, 2004, Antioksidan: Resep Awet Muda dan Umur Panjang (online), (http://www.kompas.com/kompascetak/0305/II/focus.htm) diakses 17 Maret 2004) Connor, K.A., Amidon, G.L., dan Stella, V.J., 1986, Chemical Stability of Pharmaceutical, Second Edition, A Wiley Interscience Publication, Ney York Da’i, M., dan Margono, S.A., 2001, Daya Reduksi Curcumin dan Turunannya Pada Ion Ferri, Pharmacon, 2 (1), 22, Fakultas Farmasi UMS, Surakarta Fessenden, R.J., dan Fessenden, J.S., 1994, Kimia Organik, Jilid I Edisi ketiga, 223-239, Penerbit Erlangga, Jakarta Kunchandy, E., dan Rao, M.N.A., 1990, Oxygen Radical Scanvenging Activity of Curcumin, Int. J. of Pharm Miranda, Cristobal, 2004, Antioxidant Activities of Flavonoids (Online), (http://www.pdpersi.co.id/pdpersi/news/alternarif.php). diakses 17 Maret 2004 Pitojo, S., 1994, Jengkol: Budidaya dan Pemanfaatannya, Penerbit: Kanisius, 13, 17, 18, Yogyakarta Purwanti, Hari, 1998, Isolasi dan uji Antioksidan Flavonoid Biji Seledri (Apium graveo Lers L) dengan Metode Tiosianat, Laporan Penelitian, Fakultas Farmasi, UGM, Yogyakarta Vogel, 1979, Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semi Makro, Edisi Kelima, 95–101, direvisi oleh Svehla, G., diterjemahkan oleh Setione, L., dkk., PT. Kalman Media Pusaka, Jakartaen_US
dc.identifier.issn1411-4283
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/940
dc.description.abstractAntioksidan adalah zat yang melindungi tubuh dari efek radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit degeneratif. Salah satu mekanisme senyawa antioksidan adalah senyawa tersebut memiliki kemampuan untuk mereduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya daya reduksi dari ekstrak etanol 70% biji jengkol (Pithecellobium jiringa) melalui mekanisme kemampuan ekstrak etanol 70% biji jengkol (Pithecellobium jiringa) mereduksi Fe3+ menjadi Fe2+. Ekstrak etanol 70% biji jengkol diperoleh dengan cara remaserasi, yang selanjutnya dilakukan uji daya reduksi dengan vitamin C sebagai pembanding. Dasar reaksi yang digunakan adalah kemampuan ekstrak etanol 70% biji jengkol untuk mereduksi ion Fe3+ menjadi ion Fe2+ yang hasil reduksi ini akan membentuk senyawa kompleks yang berwarna merah spesifik dengan 1,10-fenantrolin yang mempunyai panjang gelombang maksimum 510 nm dengan operating time 2 jam 20 menit. Hasil uji kualitatif menggunakan metode tabung menunjukkan adanya senyawa flavonoid dan polifenol dari serbuk biji jengkol. Dari percobaan didapatkan hasil bahwa semakin besar konsentrasi dari ekstrak etanol 70% biji jengkol, semakin besar daya reduksinya. kemampuan daya reduksi ekstrak etanol 70% biji jengkol masih lebih rendah daripada vitamin C.en_US
dc.publisherFarmasi UMS
dc.subjectreducing activityen_US
dc.subjectstinky bean (Pithecellobium jiringa) ferricen_US
dc.titleUJI DAYA REDUKSI EKSTRAK ETANOL 70% BIJI JENGKOL (Pithecellobium jiringa) TERHADAP ION FERRIen_US
dc.title.alternativeFERRIC REDUCING ACTIVITY OF 70% ETHANOLIC STINKY BEAN (Pithecellobium jiringa) EXTRACTen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record