<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</title>
<link href="http://hdl.handle.net/11617/8100" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/11617/8100</id>
<updated>2026-03-06T12:30:12Z</updated>
<dc:date>2026-03-06T12:30:12Z</dc:date>
<entry>
<title>Sabun Susu Bahagia Boyolali: Menuju Implementasi Produk Kosmetik Halal Indonesia</title>
<link href="http://hdl.handle.net/11617/11690" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kuswati, Rini</name>
</author>
<author>
<name>Soepatini, Soepatini</name>
</author>
<author>
<name>Hidayati, Nur</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/11617/11690</id>
<updated>2019-12-04T17:46:02Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Sabun Susu Bahagia Boyolali: Menuju Implementasi Produk Kosmetik Halal Indonesia
Kuswati, Rini; Soepatini, Soepatini; Hidayati, Nur
Kosmetik halal adalah dambaan setiap wanita. Kosmetik halal bermakna aman dan sehat bagi konsumen. Kehalalan kosmetik menjadi perhatian banyak pihak. Hal tersebut dikarenakan kosmetik yang banyak beredar di pasaran, dan dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat tidak semuanya mendapat jaminan halal dari BPJPH. Keprihatinan atas rendahnya kesadaran konsumen dalam mengkonsumsi kosmetik halal pun menjadi perhatian pengusaha kosmetik. Upaya edukasi dilakukan agar terbangun kesadaran konsumen akan arti penting produk halal dalam keseharian konsumen. KUBBB Segara Arum sebagai salah satu produsen sabun susu di Indonesia telah melakukan beberapa upaya menuju implementasi produk kosmetik halal. Upaya tersebut antara lain diawali dengan pemakaian sumber bahan baku pilihan yang semuanya herbal tanpa mengandung unsur kimia berbahaya dan konten minyak yang sehat dan halal. Serangkaian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) turut mendukung proses yang mengarah pada sertifikasi produk kosmetik halal KUBBB Segar Arum.
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Book of Abstract Seminar Nasional dan The 6th Call For Syariah Paper (SANCALL) 2019</title>
<link href="http://hdl.handle.net/11617/11507" rel="alternate"/>
<author>
<name/>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/11617/11507</id>
<updated>2019-08-22T03:31:05Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Book of Abstract Seminar Nasional dan The 6th Call For Syariah Paper (SANCALL) 2019
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Membangun Ekonomi yang Mencerahkan</title>
<link href="http://hdl.handle.net/11617/11506" rel="alternate"/>
<author>
<name>Susila, Ihwan</name>
</author>
<author>
<name>Triyono, T</name>
</author>
<author>
<name>Setyawan, Anton Agus</name>
</author>
<author>
<name>Isa, Muzakar</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/11617/11506</id>
<updated>2019-08-22T17:46:03Z</updated>
<published>2019-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Membangun Ekonomi yang Mencerahkan
Susila, Ihwan; Triyono, T; Setyawan, Anton Agus; Isa, Muzakar
Kesejahteraan ummat adalah sebuah tema besar yang menjadi&#13;
tujuan gerakan Muhammadiyah dalam kegiatan muamalahnya.&#13;
Kesejahteraan ummat tidak hanya dilihat dari aspek kesejahteraan&#13;
materi, namun lebih dari itu juga kesejahteraan hakiki, yaitu&#13;
kesejahteraan ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Konsep muamalah&#13;
Muhammadiyah termasuk dalam bidang ekonomi mengacu pada&#13;
teologi Al Ma’un yang bermuara pada penegakan keadilan ekonomi&#13;
dengan tujuan kesejahteraan ummat.&#13;
Muhammadiyah dalam ijtihad ekonominya menekankan&#13;
pentingnya keadilan ekonomi dengan membuka akses sumber daya&#13;
ekonomi di Indonesia seluas-luasnya pada seluruh rakyat. Keadilan&#13;
ekonomi merupakan sebuah tema yang dianggap populis secara&#13;
politik, tetapi merupakan substansi dari pembangunan ekonomi&#13;
sebuah negara. Indonesia sebagai sebuah negara berkembang dengan&#13;
potensi ekonomi yang luar biasa baik dari sisi sumber daya maupun&#13;
pasar, mempunyai masalah umum yang dialami berbagai negara&#13;
berkembang lain dari sisi pembangunan ekonomi, yaitu masalah&#13;
pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan distribusi pendapatan.
</summary>
<dc:date>2019-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Praktik Akuntansi</title>
<link href="http://hdl.handle.net/11617/10579" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kusumawati, Eny</name>
</author>
<author>
<name>Mujiyati, M</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/11617/10579</id>
<updated>2019-01-17T17:45:57Z</updated>
<published>2018-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Praktik Akuntansi
Kusumawati, Eny; Mujiyati, M
</summary>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
