Show simple item record

dc.contributor.authorRakhmalia, Riza Indriani
dc.contributor.authorMu’minin, Aisyah Ummi
dc.contributor.authorHuda, Tri Atmaja
dc.contributor.authorWidodo, Edy
dc.date.accessioned2018-07-10T07:11:33Z
dc.date.available2018-07-10T07:11:33Z
dc.date.issued2018-03
dc.identifier.citationBPS. (2017). Persentase Penduduk Miskin. Diakses darihttps://www.bps.go.id/subjek/view/id/23. Depkes. (2017). Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016. Diakses darihttp://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/lainlain/ Data%20dan%20Informasi%20Kesehatan%20Profil%20Kesehatan%20Indonesia%202016%20-%20%20smaller%20size%20- %20web.pdf. Kurniawati, A, Mutiah Salamah C. dan Shofi Andari. (2016). Pemetaan Angka Gizi Buruk pada Balita di Jawa Timur dengan Geographically Weighted Regression. Jurnal Sains dan Seni ITS,V (2), 2337-3520. Rati, Musfika. (2013). Model Regresi Spasial Untuk Anak Tidak Bersekolah UsiaKurang 15 Tahun Di Kota Medan, Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara Sediaoetama, AD. 2000. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi, jilid 1. Jakarta: Dian Rakyat. Diakses dari http://sehatceriaavail.blogspot.co.id/2012/01/baku-rujukan-who- 2005.html Wahyudi, B, F, Sriyono dan Retno Indarwati. (2015). Analisis Faktor yang Berkaitan dengan Kasus Gizi Buruk Pada Balita. Jurnal Pediomaternal, III (1), 83-91.id_ID
dc.identifier.issn2502-6526
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/10107
dc.description.abstractGizi balita merupakan salah satu indikator kesehatan masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan indikator kesehatan yaitu dengan memperbaiki status gizi pada balita. Akibat yang ditimbulkan dari kurang gizi adalah kerentanan terhadap penyakit-penyakit infeksi terlebih pada kasus gizi buruk yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik dan pengaruh variable dependen terhadap variabel independen, serta dapat mengimplementasikan metode regresi spatial pada gizi buruk. Peneliti menggunakan analisis Spatial Autoregressive Model (SAR) untuk pemetaan daerah di Indonesia berdasarkan Gizi Buruk tahun 2016. Variabel dependen yang digunakan adalah variabel angka gizi buruk, dan terdapat beberapa variabel independen yaitu persentase penduduk miskin, persentase pemberian ASI ekslusif dan persentase balita kurus. Data yang digunakan bersumber dari Data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan hanya variabel persentase balita kurus yang mempengaruhi gizi buruk di Indonesia dengan nilai R2 = 0,579 yang berarti bahwa model tersebut mampu menjelaskan variasi dari gizi buruk sebesar 57,9% dan sisanya 42,1% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.Provinsi dengan jumlah penduduk gizi buruk balita tinggi antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah,Sulawesi Selatan, Sulawesi Timur, Papua Barat, Maluku Tengah, Maluku Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherProsiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya (KNPMP) III 2018id_ID
dc.titlePenerapan Metode Spatial Autoregressive Model pada Pemetaan Daerah di Indonesia Berdasarkan Gizi Buruk Tahun 2016id_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record