Show simple item record

dc.contributor.authorKuncoro, Dwi Agus
dc.date.accessioned2018-09-27T01:26:51Z
dc.date.available2018-09-27T01:26:51Z
dc.date.issued2018-06
dc.identifier.isbn978-602-361-137-9
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/10369
dc.description.abstractPertumbuhan manusia secara lurus berkorelasi dengan peningkatan kerusakan dan pencemaran lingkungan sungai. Yang jelas dan nyata adalah bertambahnya sampah yang dihasilkan dari aktivitas kehidupan manusia. Di Kabupaten Cirebon sekarang ini sampah menjadi masalah yang serius, dimana plt Bupati Cirebon menyatakan bahwa Cirebon Darurat Sampah. TPA (Tempat Pembuangan Akhir)sampah yang berada di tepi sungai dimana tidak mengantongi izin dari pengelola sungai dalam hal ini BBWS Cimanuk-Cisanggarung menjadi permasalahan yang serius. Hal ini bila musim hujan tiba, maka sebagian sampah tersebut hanyut terbawa aliran banjir, sedangkan di musim kemarau air lindi nya mengalir ke sungai sehingga kualitas air sungai menurun, belum lagi bau aroma tidak sedap bisa tercium sampai radius beberapa km. Aktivitas bebersih sungai yang digalakkan komunitas peduli sungai terasa tidak signifikan dalam mengatasi permasalahan sampah sungai. Untuk itu maka BBWS Cimanuk-Cisangarung membuat strategi pengolahan sampah sungai yang berwawasan lingkungan dengan mengedepankan prinsip pemberdayaan masyarakat.Maksud tulisan ini, yaitu untuk memberikan pemahaman tentang srategi penyelesaian sampah secara umum dan secara khusus penyelesaian sampah sungai. Prinsip strategi pengolahan sampah sungai yaitu :1. Sampah sungai tidak boleh sampai ke TPA sampah, 2. Komunitas peduli sungai diberdayakan untuk melakukan secara rutin kegiatan bersih-bersih sungai, 3. Adanya subsidi yang menddik sekaligus melaksanakan TUPOKSI pemeliharaan rutin sungai (2 in 1), dengan cara menyediakan peralatan pengolah sampah, serta menyediakan BBM untuk operasionalnya. 4. Hasil olahan sampah sungai diserahkan kepada komunitas peduli sungai yang melakukan bersihbersih sungai, untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomi sesuai keiinginan komunitas tersebut. 5. Barang hasil pengolahan sampah dicarikan jalur pemasarannya, sehingga disini diperlukan political will dari pemerintah daerah. Saat ini sudah berjalan pengolahan sampah yang dilakukan oleh komunitas peduli sungai di kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon (MPLS dan Repikal), seperti : pembuatan paving blok dari sampah plastic dan limbah kerang hijau, pembuatan kompos padat dan cair dari sampah organic di sungai oleh komunitas Sanggar Lingkungan Hidup Cirebon, Lukisan dari sampah plastik dari anak didik Komunitas Sanggar Lingkungan Hidup Cirebon yang ada di kecamatan kedokan Gabus Kabupate Indramayu. Selain itu juga pembuatan peralatan pengolah sampah, seperti : tungku pemusnah sampah oleh komunitas Petakala Grage Cirebon timur, alat pembersih sampah sungai oleh Komunitas MPLS Suranenggala Cirebon dan alat pencacah sampah oleh Komunitas Pohon Indonesia dari Garut.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherProsiding Seminar Nasional Geografi UMS IX 2018id_ID
dc.titleStrategi Pengolahan Sampah Sungai Dalam Mendukung Restorasi Sungai di Wilayah Sungai Cimanuk·Cisanggarungid_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record