Show simple item record

dc.contributor.authorHandayani, Nani Sri
dc.contributor.authorUyun, Zahrotul
dc.date.accessioned2012-04-26T04:09:06Z
dc.date.available2012-04-26T04:09:06Z
dc.date.issued2004-12
dc.identifier.citationAncok, Djamaludin. Suroso F.N. 1994. Psikologi Islami Solusi Atas Problem- problem Psikologi. Jakarta: Pustaka Pelajar. Ancok. Djamaludin, Fatturahman dan Helly. 1998. Peranan Keluarga Sekolah dan Masyarakat dalam Pembentukan Kepribadian Remaja. Laporan Penelitian (tidak diterbitkan). UGM : Fakultas Psikologi. Amini, I. 1996. Bimbingan Islami untuk Kehidupan Suami-Istri. Bandung: Al Bayan. Andhim, F.M. 1991. Indahnya Pernikahan Dini. Jakarta: Gema Insani Press. Arikunto, Suharsumi. 1992. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Edisi IV. Rineka Cipta. Azwar, S. 1988. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Liberti. Barry, Dahlan. 1994. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola. Budiyono. 1998. Statistik Dasar Untuk Penelitian Surakarta: Universitas Sebelas Maret. BPY propinsi Jawa Tengah. 1999. Buku Pintar Keluarga. Semarang: Departemen Agama. Daradjat, Zakiyah. 1976. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang. Depdikbud. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka: Jakarta. Departemen Agama RI. 1999. Al-Quran dan Terjemahannya. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah dan penafsir Al-Quran. Djarwanto dan Pangestu Subagyo, 2000. Statistik Induktif. Yogyakarta: BPFE. Gunarsa, Singgih. 1991. Psikologi untuk Muda Mudi. Jakarta: Gunung Mulia. Handayani, N.T. 2002. Hubungan antara Tingkat Religiusitas dan Kestabilan Emosi dengan Sikap Mahasiswa Muslimah Terhadap Poligami. Skripsi(tidak diterbitkan). Surakarta : Fakultas Psikologi. Hawari. 1997. Al Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: Dana Bhakti, Prima Press. Hidayat, S. dan Tim Pembina Pondok Shabran. 2000. Pondok Muhammadiyah Sebagai Sekolah Kader Tingkat Perguruan Tinggi (Pengalaman Penyelenggaraan Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 1992-2000). Surakarta: PHNS-UMS. Huda, S. 1994. Pedoman Berumah Tangga dalam Islam. Surabaya: Al Ikhlas. Jalaludin. 2001. Psikologi Agama. Jakarta. Grafindo Persada. ------------. 2001. Psikologi Komunikasi. Jakarta: Remaja Rosdakarya. Listiana, D.Y. 2001. Hubungan antara Religiusitas dan Kematangan Emosi dengan Strategi Coping 2001. Skripsi (tidak diterbitkan). Surakarta: Fakultas Psikologi. Madjid, N. 1995. Masyarakat Religiusitas. Jakarta: Paramedia. Monk”s. 1998. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Puspito Hendro, D. 1993. Sosiologi Agama. Jakarta: Refindo Persada Sufa, F.F. 1999 . Persepsi Terhadap Hubungan Seks dan Kesiapan Menghadapi Perkawinan pada Wanita. Skripsi (tidak diterbitkan). Surakarta: Fakultas Psikologi. Sumantri. 1996. Kuliah Sosiologi Agama.Surakarta: Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta. Takariawan, C. 2000. Pernak-pernik Rumah Tangga Islami. Solo: 2000. Intermedia. Tim Pondok. 2003. Pondok Shabran dari Masa ke masa (1982-2003). Surakarta: Pondok Shabran. ---------------. 2004. Penyelenggaraan Pondok Muhammadiyah “Hajjah Nuriyah Shabran” Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta: Pondok Shabran. Walgito, B.I. 1984. Bimbingan dan Konseling Perkawinan. Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Wijaya, M.Y.B. 1986. Menumbuhkan Sikap Religiusitas pada Anak. Jakarta: Gramediaen_US
dc.identifier.issn1693-3389
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1056
dc.description.abstractThe students’ religious mature has positive influence toward the preparation for marriage. This is proved on the result of the research that the samples are the students of Hajjah Nuriyah Shabran Boarding School of Muhammadiyah University of Surakarta. They believe that getting married is not a matter of social contract, but it must be based on the belief and piety. Getting married is a sacred thing; its purpose is to exercise a religious service before Allah Almighty. Right and duty of the spouse must be maintained and it can only be done by those who have religious mature. It is why that a divorce is something that is permissible but it is hated by Allah because the divorce brings about consequence. A person who is always obedient in the religion that is marked by the firm belief, the right worship, and good morals, will not be easy for him to fall talaq ( separation) to his wife without any religious reason that permits it.en_US
dc.subjectideological involvemenen_US
dc.subjectritual involevement,en_US
dc.subjectexperience involvementen_US
dc.subjectintellectual involvementen_US
dc.subjectconsequential involvementen_US
dc.titlePENGARUH TINGKAT RELIGIUSITAS TERHADAP KESIAPAN MENGHADAPI PERKAWINAN MAHASANTRI PONDOK MUHAMMADIYAH HAJJAH NURIYAH SHABRAN SURAKARTAen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record