Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Novia Wirna
dc.contributor.authorHuvaid, Sevilla Ukhtil
dc.date.accessioned2019-11-07T06:20:17Z
dc.date.available2019-11-07T06:20:17Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.citationAdrianto, H., Subagyo, Y., & Hamidah. (2014). Efektivitas Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix), Jeruk Limau (Citrus amblycarpa), dan Jeruk Bali (Citrus maxima) terhadap Larva Aedes aegypti. Jurnal Aspirator, 6(1): 1-6. Damyanti, Ratna. (2008). Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Praktek 3M dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti pada Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Kepolorejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan 2008[Skripsi]. Universitas Diponegoro, Semarang. Dinas Kesehatan Kota Padang. (2016). Profil Kesehatan Kota Padang 2016. Dinkes Kota Padang, Padang. Faridah, L., Respati, T., Sudigdoadi, S., & Sukandar, H. (2017). Gambaran Partisipasi Masyarakat terhadap Pengendalian Vektor Melalui Kajian Tempat Perkembangbiakan Aedes aegypti di Kota Bandung. Jurnal MKB, 49 (1). Hadisaputro, LI. (2012). Faktor-Faktor Lingkungan Tempat Penampungan Air (TPA) yang Berhubungan dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Desa Katekan Kabupaten Grobongan Tahun 2008. Jurnal Kesehatan UMS, 5 (1). Kementerian Kesehatan RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia 2016. Kemenkes RI, Jakarta. Lisdawati. (2012). Pengaruh Partisipasi Masyarakat dan Program Pengendalian DBD yang Dilakukan Oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Terhadap Keberdaan Jentik Aedes aegypti di Kelurahan Bagan Deli Belawan Tahun 2012[Tesis]. FKM USU, Medan. Mulyatno K.C., Yamanaka, A., Ngadino, &Konishi, E. (2012). Resistance of Aedes aegypti to Temephos in Surabaya, Indonesia. Shoutheast Asian Journal Tropical Medicine Public Health, 43(1): 29-33. Prasetyowati, H., Santya, R.N.R.E., & Nurindra, R.W. (2015). Motivasi dan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Populasi Aedes Spp Di Kota Sukabumi. Jurnal Ekologi Kesehatan, 14(2):106-115. Salim, M., Ambarita, L. P., Yahya, Yenni, A., & Supranelfy, Y. (2011). Aktivitas Malathion dalam Pengendalian Vektor DBD dan Uji Kerentanan Larva Aedesaegypti terhadap Temephos di Kota Palembang. Jurnal Buletin Penelitian Kesehatan, 39 (1): 10-21. Syatriani, S., Puji, E., & Susilowati, A. (2009). Partisipasi Masyarakat Menanggulangi Lingkungan Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Jurnal Kesmas National Public Health, 3(5). Tairas, S., Kandou, G.D., & Posangi, J. (2015). Analisis Pelaksanaan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Minahasa Utara. JIKMU, 5(1). Wihartyas, VF. (2015). Efektivitas Pemberian Ikan Mas (Cyprinus carpio) dalam Menurunkan Jumlah Larva dan Persepsi Masyarakatnya (Studi Kasus Di Rw 06 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang [Skripsi]. Universitas Negeri Semarang, Semarang.id_ID
dc.identifier.issn2656-5757
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/11644
dc.description.abstractDemam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu masalah utama penyakit menular diIndonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam program pengendalian vektor DBD.Jenis penelitian yang digunakan yaitupenelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel berjumlah 99 orang yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,5 % rumah responden positif jentik, 32,3 % responden tergolong dalam kategori buruk melakukan modifikasi lingkungan, 58,6 % responden tergolong dalam kategori buruk melakukan manipulasi lingkungan, 30,3 % responden tergolong dalam kategori buruk melakukan pengendalian fisik, sebesar 78,8 % responden tergolong dalam kategori buruk melakukan pengendalian kimiawi, dan 35,4 % responden tergolong dalam kategori buruk melakukan pengendalian biologi dalam program pengendalian vektor DBD. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang siginifikan antara variabel modifikasi lingkungan, manipulasi lingkungan, pengendalian fisik, pengendalian kimiawi, pengendalian biologi dengan keberadaan jentik dalam program pengendalian vektor DBD.Oleh sebab itu, perlu disosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai program pengendalian vektor DBD baik dalam aspek modifikasi lingkungan, manipulasi lingkungan, pengendalian fisik, kimia dan biologi.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherProsiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2018id_ID
dc.titleAnalisis Partisipasi Masyarakat dalam Program Pengendalian Vektor DBDid_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record