Show simple item record

dc.contributor.authorIstiqomah, Azura Muzdalifah
dc.contributor.authorSetiari, Nintya
dc.contributor.authorNurchayati, Yulita
dc.date.accessioned2021-01-04T07:22:49Z
dc.date.available2021-01-04T07:22:49Z
dc.date.issued2020-07
dc.identifier.citationJakoni, E. (2015). Pengujian Daya Berkecambah Benih dan Evaluasi Struktur Kecambah Benih. Jurnal Dinamika Pertanian. 30(1), 45-52. Diakses dari https://journal.uir.ac.id/index.php/dinamikapertanian/article/view/822 Latifah,R. Titien, S. Ernawati, N. (2017). Optimasi Pertumbuhan Planlet Cattleya Melalui Kombinasi Kekuatan Media Murashige Skoog Dan Bahan Organik. Journal of Applied Agricultural Science. 1(1), 59-68. DOI: 10.25047/agriprima.v1i1.20 Lestari, N, D. Ni, W, D. (2015). Perbanyakan Anggrek Hitam (Coeloegyne pandurata) dengan Media Organik dan Vacin Went Secara in Vitro. Jurnal Virgin. 1(1), 30-39. Diakses dari https://www.jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/virgin/article/view/49 Meilani, S, N. Anitasari, S, D. Zuhro, Fatimatuz. (2017). Efektifitas Penambahan Media Organik Ekstrak Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Pada Pertumbuhan Subkultur Anggrek Cattleya sp. Jurnal Florea. 4(1), 5-11. Diakses dari https://pdfs.semanticscholar.org/e44f/2020091a62b769a56efc4bda58da40080bc7.pdf Rupawan, M. Basri, Z. Bustami, M. (2014). Pertumbuhan Anggrek Vanda (Vanda sp.) Pada Berbagai Komposisi Media Secara in Vitro. e-J. Agrotekbis.2(5), 488- 494. Diakses dari http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/Agrotekbis/article/view/3652 Silalahi, M. (2015) Pengaruh Modifikasi Media Murashige-Skoog (MS) Dan Zat Pengatur Tumbuh BAP Terhadap Pertumbuhan Kalus Centella asiatica L. (Urban.). Jurnal Pro-Life. 2 (1), 14-23. Diakses dari http://repository.uki.ac.id/609/ Sucandra, A. Silvina, F. Yulia,E. Arnis. (2015). Uji Pemberian Beberapa Konsentrasi Glisin pada Media Vacin and Went (VW) terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek (Dendrobium sp.) secara in Vitro. Jom Faperta. 2(1), 1-11. Diakses dari https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFAPERTA/article/view/5849 Tuhuteru. S., Hehanussa. L, Raharjo, S.H.T. (2012). Pertumbuhan dan Perkembangan Anggrek Dendrobium anosmum Pada Media Kultur in Vitro dengan Beberapa Konsentrasi Air Kelapa. Jurnal Agrologia. 1(1), 1-12. Diakses dari https://www.researchgate.net/profile/Simon_Raharjo/publication/330594178_Pertumbuhan_Dan_Perkembangan_Anggrek_Dendrobium_anosmum_Pada_Media_Kultur_In_Vitro_Dengan_Beberapa_Konsentrasi_Air_Kelapa_GROWTH_AND_DEVELOPMENT_OF_Dendrobium_Anosmum_ORCHID_ON_IN_VITRO_CULTURE_MEDIA_/links/5c99f38c45851506d72be2ec/Pertumbuhan-Dan-Perkembangan-Anggrek-Dendrobium-anosmum-Pada-Media-Kultur-In-Vitro-Dengan-Beberapa-Konsentrasi-Air-Kelapa-GROWTH-AND-DEVELOPMENT-OF-Dendrobium-Anosmum-ORCHID-ON-IN-VITRO-CULTURE-MEDIA.pdf Untari, R., dan Dwi, M.P. (2016). Pengaruh Bahan Organik dan NAA terhadap Pertumbuhan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl.) dalam Kultur in Vitro. Jurnal Teknologi Pertanian. 7(3): 344-348. Diakses dari https://adoc.tips/pengaruh-bahan-organik-dan-naa-terhadap-pertumbuhan-anggrek-.html Zulkarnain, H. (2011). Kultur Jaringan Tanaman. Jakarta: Bumi Aksara.id_ID
dc.identifier.issn2685-8770
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/12298
dc.description.abstractAnggrek merupakan jenis tanaman hias yang memiliki bunga khas dengan mahkota indah dan warna menarik. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan bagian dari bunga nasional dan dijuluki “Puspa Pesona”. Ketersediaan Anggrek Bulan di alam mulai berkurang, sehingga diperlukan upaya konservasi. Pembiakan anggrek alam dapat dilakukan dengan teknologi tissue culture atau kultur jaringan biji. Salah satu metode penting dalam kultur jaringan yaitu proses transplanting. Tujuan transplanting agar planlet anggrek tersebut tetap terjaga pertumbuhannya. Penggunaan media tumbuh yang tepat merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan transplanting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan Anggrek Bulan pada dua media berbeda, yaitu MS (Murashige and Skoog) dan VW (Vacin and Went). Metode yang digunakan adalah transplanting planlet Anggrek Bulan umur 1 tahun hasil kultur jaringan dari biji ke media perlakuan MS dan VW tanpa ZPT. Selanjutnya planlet tersebut dipelihara di ruang inkubasi dengan cahaya 1000 lux dan suhu 25℃. Parameter yang diamati yaitu pertambahan jumlah tunas, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan panjang akar. Pengamatan dilakukan setiap seminggu sekali. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa media MS meningkatkan jumlah tunas dan panjang akar, serta mempercepat munculnya tunas baru yaitu satu minggu setelah transplanting. Simpulan dari penelitian ini adalah pertumbuhan planlet cenderung lebih baik di media MS dibanding media VW.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherProsiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) Ke-5id_ID
dc.titlePengaruh Media MS dan VW terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis L. Blume) setelah Transplantingid_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record