dc.identifier.citation | Approdicio, A.L. (1981). Slums are of People. Honolulu: East-Westy Centre Publishers. Barclay. (1983). Technique of Population Analysis, Mc Graw Hill, New York. BPS. (2010). Kodya Malang Dalam Angka. Tahun 2010 Kantor Statistik Kota Malang. BPS. (2010). Hasil Sensus Penduduk Indonesia tahun 2002, BPPS. Jakarta. Bogue, D.J. (1989). The Studi of Population of Chicago. Chicago: The University of Chicago. Boserup, E. (1970). Women: Roles in Economic Development. New York: St Martin Press. Budijanto. (1989). Mobilitas Penduduk dan Remitensi Daerah Asal: Suatu Studi Kasus di Dukuh Sentong Desa Rembun Kecamatan Dampit, Lemlit, IKIP Malang. Budijanto. (1998). Beberapa Faktor yang Berpengaruh Terhadap Fertilitas Penduduk di Kota Malang, Lemlit IKIP Malang. Budijanto. (2000). Beberapa Analisis Demografi. Lab Geografi Universitas Negeri Malang Budijanto. (2010). Remitansi TKI dan Dampaknya terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Budaya Daerah Asal di Kab. Tulungagung. Disertasi PPSFP UB Malang Connelo, J. (1976). Migration for Rural Areas, Evidence from Village Studies. New Delhi: Oxford University Press. Elizaga, J. (1974). The Participation of Women Labour: Force of Latin America Fertility and Other Factors. International Labour Review. Hauser., P.M. Lagulan Aprodico A, Gardner, Robert W. (1985). Population and the Urban Future. New York: UNFPA. Hugo, G.J. (1981). Non permanent Mobility in Indonesia What Do We Know About is Contempory Scale, Cause and Consequency. Paper Prepared for Population Association of American Annual Meeting’s Form of Impermanent Mobility. Emerging Insight, Washington DC. Kanto, S. (1998). Mobilitas Tenaga Kerja dari Desa ke Kota Studi Tentang Faktor Penyebab Proses dan Dampak Mobilitas Non Permanen di Dua Daerah Pedesaan Kabupaten Malang. Disertasi Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya Kasto. (1999). Analisis Kependudukan, PPAU, UGM. Yogyakarta. Lee, E.S. (1975). Suatu Teori Migrasi. Seri Terjemahan No. 3 Yogyakarta: Pusat Penelitian Studi Kependudukan Universitas Gajah Mada. Leuwol E. (1988). Migran Sirkuler: Suatu Studi Kasus Tentang Kehidupan Penjahit di Kampung Pluit Jakarta dalam Migrasi, Kolonisasi, Perubahan Sosial. YIIS Jakarta. Mantra dan Harahap, N. (1989). Mobilitas Penduduk dan Dampaknya terhadap Daerah yang Ditinggalkan: Studi Kasus Kabupaten Sukoharjo, Madiun, Ciamis dan Asahan. (Laporan Akhir), Kerjasama Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup dengan Pusat Penelitian Kependudukan. Yogyakarta Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gajah Mada Mantra. (2008). Demografi Umum, Yogyakarta, Nurcahaya Indonesia. Michael, T. (1976). Internal Migration in Developing Countries. ILO Genewa. Norris. (1975). Migration as Spatial Interaction, Journal of Geography. Volume LXXI Number 5. Pryor RJ (Ed). (1975). The Motivation of Migration. The Australian National University. Canberra. Salladien. (1985). Refleksi Pemahaman Mobilitas Penduduk sebagai Upaya Peningkatan Sosial Ekonomi, Unibraw Malang. Salladien. (1999). Refleksi Pemahaman Mobilitas Penduduk sebagai Upaya Peningkatan Sosial Ekonomi, Unibraw Malang Singarimbun, M. dan Penny, D.H. (1977). Penduduk dan Kemiskinan (Kasus Desa Sriharjo). Jakarta: LP3ES. Suharso. (1972). Urbanisasi di Indonesia; Sebuah Analisis Kejadian, LP3ES Jakarta Triantoro. (1999). Migrasi Legal dan Ilegal ke Malaysia Barat kasus Migrasi Internasional di Pulau Lombok, NTB. Populasi Vol.10.Nomor 2 Tahun 1999 Pusat Penelitian Kependudukan Universitas gajah Mada Yogyakarta. Wilonoyudho, S. (2009). Kesenjangan dalam Pembangunan Kewilayahan. Forum Geografi. Vol. 23, No. 2, Pp. 167-180. | en_US |
dc.description.abstract | Faktor yang mendorong para wanita untuk memutuskan bermigrasi ke Kota Malang pendapatan keluarga
yang rendah, kesempatan kerja di luar pertanian yang kurang, luas pemilikan lahan yang sempit, dan
beban tanggungan yang tinggi, dalam rangka membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah
tangganya. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan dan mengungkap berbagai kondisi yang melartar
belakangi rumah tangga wanita migran yang mengambil keputusan melakukan migrasi ke kota Malang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel demografi (umur, status perkawinan dan jumlah beban
tanggungan) berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan wanita migran bermigrasi ke
kota Malang. Demikian halnya variabel sosial ekonomi (pendidikan wanita migran, pendapatan rumah
tangga, luas lahan garapan, dan jenis pekerjaan) berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan
wanita migran bermigrasi ke kota Malang, kecuali kesempatan kerja di daerah asal yang berpengaruh
tidak signifikan terhadap pengambilan keputusan wanita migran bermigrasi ke Kota Malang, | en_US |