Show simple item record

dc.contributor.authorPriyono, Kuswaji Dwi
dc.date.accessioned2012-05-14T05:45:00Z
dc.date.available2012-05-14T05:45:00Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.citationBergur Sigfusson, Gislason, S., dan Paton, G.I., 2008, Pedogenesis and Weathering Rates of a Histic Andosol in Iceland: Field and Experimental Soil Solution Study, Geoderma 144:572-592, www.elsevier.com/locate/ geoderma. Birkeland, Peter.,W., 1999, Soils and Geomorphology, New York: Oxford University Press. Bour, M., Barrio, G.D., and Puigdefabregas, J., 1996, Mapping Soil Depth Classes in dry Mediteranian areas Using Terrain Atributes Derived from a Digital Elevation Model, Geoderma72: 99-118. Bruin, S.D., Wielemaker, W.G., and Moleenar, M., 1999, Formalisation of Soil-Landscape knowledge Through Interactive Hierarchical Disaggregation, Geoderma 91: 151-172. www.elsevier.com/locate/ geoderma. Cooke, R.U. and Dorrkamp, J.C., 1994, Geomorphology in Environmental Management An Introduction, Oxford: Clavendon Press. Dackombe, R.V. and Gardiner, V., 1983, Geomorphological Field Manual, London: Allen Unwin. Duun, I.S., Anderson, I.R., dan Kiefer, F.W., 1980, Fundamental on Geotechnical Analysis, New York: John Wiley and Sons. Gerrard, A.J., 1981, Soil and Landforms, An Introduction of Geomorphology and Pedology, London: Department of Geography, University of Birmingham. Glade, Thomas, Anderson, M., dan Crozier, M. (ed), 2005, Landslide Hazard and Risk, England: John Wiley & Sons.Ltd. Hadmoko, D.S., 2007, Toward GIS-based Intergrated Landslide Hazard Assessment: A Critical Overview, Indonesian Journal of Geography, 34 (1): 55-77. Huabin, W., Gangjun, W., Weiya, X., dan Gonghui, W., 2005, GIS-based Landslide Hazard Assessment: an Overview, Progress in Physical Geography 29: 548-567. Edward Arnold (Publishers) Ltd. Jamulya, 1996, Kajian Tingkat Pelapukan Batuan Menurut Toposekuen di DAS Tangsi Kabupaten Magelang, Laporan Penelitian, Yogyakarta: Lembaga Penelitian UGM. Jungerius, P.D. (ed), 1985, Soil and Geomorphology, Cremlingen:catena Verlag. Kjekstat, Oddvar, 2008, The Chalenges of Landslide Hazard Mitigation in Developing Countries, A National Training Course on Regional Capacity Enhancement for Landslides Mitigation (RECLAIM), Yogyakarta: 23-25 April 2008, Yogyakarta: Graduate Scholl, Gadjah Mada University. Makarovic, 1976, Digital Terrain Model System, ITC Journal 1976-I, International Institute for Aerial Survey and Eart Science, Enchede. Pusat Penanggulangan Krisis, 2007, Analisis Kejadian Bencana di Indonesia Tahun 2007, Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Sartohadi, J., 2007, Geomorfologi Tanah dan Aplikasinya untuk Pembangunan Nasional, Orasi Ilmiah Dies natalis ke-44 Fakultas Geografi UGM 01 September 2007, Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM. Summerfield, M.A., 1991, Global Geomorphology, An Introduction to The Study of Landform, Singapore: Longman Singapore Pub. Thornbury, W.D., 1958, Principles of Geomorphology, New York: John Wiley Sons Inc. Zuidam, R.A. & Zuidam Cancelado, F.I.,1979, Terrain Analysis and Classification Using Areal Photographs, A Geomorphologycal Approach, Netherland, Enschede: ITC.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1419
dc.description.abstractBencana longsorlahan terjadi akibat gangguan keseimbangan pada suatu lereng perbukitan/pegunungan, apabila berat massa tanah/batuan pada suatu lereng yang berupa tegangan geser melampaui besar tahanan gesernya. Pengaruh gaya berat menyebabkan massa tanah/batuan bergerak cepat ke arah bawah yang menyebabkan peristiwa bencana. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya integrasi analisis model medan digital dan pedogeomorfik kejadian longsorlahan di wilayah rawan bencana longsorlahan. Hasil analisis berupa satuan medan/lereng yang berpotensi terjadinya bencana longsorlahan. Manfaat kajian ini untuk kegiatan pencegahan dan mitigasi bencana longsorlahan. Model Medan Digital merupakan metode yang cukup baik untuk menyadap data mengenai lereng (kemiringan, panjang, dan ketinggian) dengan kemampuan menampilkan pandangan secara tiga dimensional yang lebih jelas menggambarkan topografi medan/lereng. Didukung oleh data analisis pedogeomorfik kejadian longsorlahan aktual dapat dihasilkan karakteristik lokasi kejadian bencana longsorlahan. Data tersebut dapat diperoleh dari olahan data penginderaan jauh dan survey lapangan. Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan teknik perhitungan peta diperoleh hasil peta kerawanan bencana longsorlahan. Kemampuan Model Medan Digital, Sistem Informasi Geografis, teknik penginderaan jauh, dan penerapan prinsip pedogeomorfik dapat dikembangkan untuk identifikasi wilayah potensial bencana longsorlahan yang dapat memperkecil waktu, biaya, tenaga, dan peralatan yang digunakan.en_US
dc.publisherlppmumsen_US
dc.subjectModel Medan Digitalen_US
dc.subjectPedogeomorfiken_US
dc.subjectBencana longsorlahanen_US
dc.titleINTEGRASI ANALISIS MODEL MEDAN DIGITAL DAN PEDOGEOMORFIK UNTUK IDENTIFIKASI KEJADIAN BENCANA LONGSORLAHANen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record