Show simple item record

dc.contributor.authorFuadi, A.M.
dc.contributor.authorKusmiyati
dc.contributor.authorVitasari, Deny
dc.date.accessioned2012-08-14T04:30:00Z
dc.date.available2012-08-14T04:30:00Z
dc.date.issued2009-12-17
dc.identifier.citationBasta, J., Holtinger, I., Hook, J., 1991, “Controlling the Profil of Metal in the Pulp befor Hydrogen Peroxide Treatment”, 6 th International Symposiumbon Wood and Pulping Chemistry Notes, Appita, Parkvile, Victoria, Australia, page: 237. Bayer,J., Dilme, Fernandez-Zapico,J.M.,1999, Tendenciaous on in Industria Papelera en Los Inicious del Singlo XXI IngeneriaQuimico 3, 177-181 Coakley,J., Hondsen, P.V., Heiningen,A.V., Cross, T., 2001, MFO Induction in Fish By Filtrates From Chlorine Dioxide Bleaching of Wood Pulp, Wat.Res., 35, 921-928. Daru, S.R., 2002, Minimasi Limbah Dalam Industri Pulp dan Kertas, WWW.Terranet.or.id Dence, C.W., Reeve,D.W., 1996, Pulp Bleaching Principle and Practice, Tappi Perss, Atlanta, Page:349-415. Fuadi, A.M., and Harald, B., 2006, “Benefits of Chelating Stage Prior to Peroxide Bleaching”, Gelagar, 17, 91-97. Nakatama, K., Motoe, Y., Ohi,H., 2004, Evaluation of Chloroform Formed in Process of Kraft Pulp BleachingMil Using Chlorine Dioxide, J., Wood Sci., 50, 242-247.en_US
dc.identifier.issn1412-9612
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1904
dc.description.abstractPemakaian senyawa klor pada proses bleaching pulp menyebabkan munculnya senyawa-senyawa yang berbahaya seperti dioksin, kloroform yang merupakan hasil klorinasi senyawa organik, di samping itu, sisa senyawa klor juga sangat mencemari lingkungan. Berbagai efek negatip dari proses pemutihan pulp dengan menggunakan senyawa klor memicu penggantian pemakaian klor dengan bahan yang ramah lingkungan sebagai bahan pemutih. Salah satu bahan yang berpotensi untuk menggantikan senyawa klor untuk proses bleaching adalah H2O2. Keefektifan H2O2 sebagai bahan pemutih berkurang karena adanya berbagai metal ions yang ada di dalam pulp. Keberadaan metal ions di dalam pulp bisa diturunkan dengan proses chelating. Sekitar 10 gram pulp kering ditambah dengan EDTAdan H2SO4 pada berbagai komposisi, kemudian dipanaskan di dalam pemanas air pada berbagai suhu dan waktu. Filtrat yang diperoleh dianalisa kandungan metal ionnya dengan metode AAS. Hasil analisa menunjukkan proses chelating bisa melepaskan ion Fe dan Cu dengan maksimal ketika komposisi EDTA 0,2% dan H2SO4 0,2% dari pulp kering pada suhu 70oC selama 60 menit akan tetapi kondisi ini kurang baik untuk melepaskan ion Mn. Pelepasan Mn maksimal ketika penambahan EDTA 0,8% dan H2SO4 0,2% pada suhu 70oC selama 60 menit.en_US
dc.publisherFT-LPPM UMSen_US
dc.subjectEDTAen_US
dc.subjectChelatingen_US
dc.subjectMetal ionen_US
dc.titlePENGARUH WAKTU, SUHU DAN KOMPOSISI CHELATING AGENT PADA PROSES PELEPASAN METAL IONS DI DALAM PULPen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record