Show simple item record

dc.contributor.authorS, Susiana Prasetyo
dc.contributor.authorMalik, Sobari
dc.contributor.authorWangsadimaja, Ronny
dc.date.accessioned2012-08-16T04:50:21Z
dc.date.available2012-08-16T04:50:21Z
dc.date.issued2009-12-17
dc.identifier.citationBailey, James E. and Ollis, David F., (1986), ”Biochemical Engineering Fundamentals”, 2nd Ed., McGraw-Hill Inc., New York. Buckle, K.A., Edwards, R.A., Fleet, G.H. and Wooton, M., (1985), “Ilmu Pangan”, UI Press, Jakarta. Choe E. And Min D.B., (2006), Mechanism and Factors for Edible Oil Oxidation (Comprehensive and Reviews in Food Science and Food Safety, Volume 5), Institute of Food Technologies, Ohio. Deuel,Jr.,Harry J., (1951), “The Lipids: Their Chemistry and Biochemistry” Vol.1, Interscience publishers. Inc, New York. Hilditch, T.P., (1949), “The Industrial Chemistry of The Fats and Waxes”, , 3th Ed.Bailliere, Tindall and Cox, London. Ketaren, S, (1986), “Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan”, UI-Press, Jakarta. Longman and De Bussy, (1975), “Materials and Technology”, Volume 8, Edible Oils & Fats, United States, pp. 35- 155.en_US
dc.identifier.issn1410-7880
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/1916
dc.description.abstractTeh merupakan salah satu komoditi Indonesia yang sangat potensial. Saat ini, pemanfaatan tanaman teh di Indonesia hanya terbatas pada daunnya saja. Biji teh merupakan salah satu bagian tanaman teh yang selama ini hanya menjadi limbah padahal memiliki potensi besar sebagai sumber minyak nabati maupun saponin. Penelitian ini difokuskan pada pemanfaatan biji teh sebagai minyak nabati. Minyak biji teh, sama halnya dengan minyak biji-bijian lainnya, diduga dapat diperoleh dengan cara ekstraksi pelarut, pengepresan mekanik, ataupun ekstraksi enzimatis. Pada penelitian ini, penambilan minyak biji teh dilakukan secara mekanik menggunakan hydrolic press. Hydraulic press merupakan alat pengepres sederhana dan dapat diterapkan dalam skala kecil Beberapa faktor dapat menyebabkan perolehan dan kualitas minyak yang dihasilkan menurun. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjawab kondisi proses pengepresan yang optimum untuk mendapatkan perolehan dan kualitas minyak yang baik. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: perlakuan awal buah teh, pengepresan, sentrifugasi dan analisis produk. Variabel yang diamati meliputi temperatur pemanggangan biji teh pada level 60 - 130,5 oC dan frekuensi pengepresan pada level 6 - 23 kali. Percobaan dirancang menggunakan rancangan percobaan Central Composite Design dengan 5 buah center point. Respon yang diamati meliputi yield dan bilangan asam minyak hasil pengepresan. Selain itu juga dilakukan analisis sifat fisika minyak, meliputi: indeks bias, bilangan penyabunan, dan bilangan iod. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur pemanggangan dan frekuensi pengepresan mempengaruhi yield dan bilangan asam minyak. Yield minyak yang didapat sebesar 64,37 ± 0,55 % dan bilangan asam minyak sebesar 18,48 ± 0,35 mg KOH/g minyak. Kondisi optimum pengepresan didapatkan pada 120 0C dan 8 kali pengepresan dengan yield minyak sebesar 67,24 % dan bilangan asam 19,27 mg KOH/g minyak. Uji sifat fisik minyak biji teh hasil pengepresan memiliki indeks bias sebesar 1,4633 -1,4639, bilangan asam sebesar 14,33 – 21,36 mg KOH / g minyak, bilangan iod sebesar 83,38 – 88,59 g iod / 100 g minyak, dan bilangan penyabunan sebesar 191,14 – 194,61 mg KOH / g minyak.en_US
dc.publisherFT-LPPM UMSen_US
dc.subjectminyak biji tehen_US
dc.subjectpengepresan hidroliken_US
dc.subjecttemperatur pemangganganen_US
dc.subjectfrekuensi pengepresanen_US
dc.titlePENGARUH TEMPERATUR PEMANGGANGAN DAN FREKUENSI PENGEPRESAN MENGGUNAKAN HYDROLIC PRESS TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS MINYAK BIJI TEHen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record