Show simple item record

dc.contributor.authorPurnomo, Nugroho Hari
dc.contributor.authorSutikno
dc.contributor.authorSunarto
dc.contributor.authorMuta’ali, Luthfi
dc.date.accessioned2013-09-02T03:59:22Z
dc.date.available2013-09-02T03:59:22Z
dc.date.issued2013-07
dc.identifier.citationAkgun, A., Kýncal, C., and Pradhan, B. (2011). Application of Remote Sensing Data and GIS for Landslide Risk Assessment as an Environmental Threat to Izmircity (West Turkey). http:/ /www. Springer Science + Business Media B.V. h.5463-5469. Akkrawintawong, K.; Chotikasathien, W.; Daorerk, V.; and Charusiri, P. (2008). GIS Application for Landslide Hazard Mapping in Phang Nga Region,Southern Thailand. Proceedings of the International Symposia on Geoscience Resources and Environments of Asian Terranes (GREAT 2008), Bangkok. Ayala, I. Alcantara. (2003). Hazard assessment of rainfall-induced landsliding in Mexico. www.elsevier.com/locate/geomorph. p.1-22. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang. (1994). Tata Ruang Kabupaten Malang Tahun 1994-2004. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang, Malang. Badan Pusat Statistik. (2008A). Kota Batu Dalam Angka Tahun 2008. Badan Pusat Statistik Kota Batu, Batu. Badan Pusat Statistik. (2008B). Kabupaten Malang Dalam Angka Tahun 2008. Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang, Malang. Baiquni, M. (2006). Pengelolaan Sumberdaya Perdesaan dan Strategi Penghidupan Rumahtangga Perdesaan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Masa Kritis (1998-2003). Disertasi (tidak dipublikasikan). Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Bastian, I. (2006). Valuasi Risiko Bencana. Makalah Seminar Nasional Pelacakan Valuasi Risiko Bencana. Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Beek, R.V. (2002). Assessment of The Influence of Changes in Land Use and Climate on Lanslide Activity in a Mediterranean Environment. Universiteit Utrecht, Utrecht. Bronto, S. (2004). Longsor di Gunungapi. Dalam Permasalahan, Kebijakan, dan Penanggulangan Bencana tanah Longsor di Indonesia. Pengelolaan Sumberdaya dan kawasan, Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta. Cooke, R.U. and J.C. Dornkamp. (1994). Geomorphology in Environmental Management. A New Introduction, edisi kedua. Claredon Press, Oxford. Donie, S. (2006). Masyarakat yang Tinggal di Daerah Rawan Longsor. Interpretasi, Penyebab, dan Strategi Adaptasi (Kasus Desa Purwoharjo Kecamatan Samigaluh Kulon Progo). Tesis (tidak dipublikasikan). Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Goenadi, S., Sartohadi, J., Hardiyatmo, H.C., Hadmoko, D.S., dan Giyarsih, S.R. (2003). Konservasi Lahan Terpadu Daerah Rawan Bencana Longsoran di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Huda, M. (2001). Mekanisme Gerakan Longsoran Tanah Lempung Akibat Input Curah Hujan di Pegunungan Kendeng Kabupaten Grobokan Jawa Tengah. Tesis (tidak dipublikasikan). Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Karnawati, D. (2005). Bencana Alam Gerakan Massa Tanah di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya. Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kumalawati, R. (2005). Valuasi ekonomi Risiko Bencana Alam Gerakan Massa dan Erosi Terhadap Lahan Pertanian di DAS Tinalah Kulon Progo. Tesis (tidak dipublikasikan). Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kuncoro, V. (2003). Perumahan di Kawasan Rawan Bencana Tanah Longsorlahan (Studi Kasus Kota Semarang). Tesis (tidak dipublikasikan). Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Lee, S., and Pradhan, B. (2006). Probabilistic landslide hazards and risk mapping on Penang Island, Malaysia. Earth System Science 115, No. 6, December 2006, Printed in India, p. 661–672. Naryanto, H. S., Marwanta, B., Prawiradisastra, S., Kurniawan, L., dan Wisyanto. (2004). Fenomena dan Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kajadian Bencana Alam Tanah Longsor di Cililin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Tanggal 21 April 2004. Dalam Permasalahan, Kebijakan, dan Penanggulangan Bencana tanah Longsor di Indonesia. Pengelolaan Sumberdaya dan kawasan, Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta. Notohadiprawiro, T., Suparnowo, S.H. (1978). Asas-Asas Pedologi. Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pangular D. dan Suroso. (1985). Petunjuk Penyelidikan dan Penanggulangan Gerakantanah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum, Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Bandung. Poerwowidodo. (1992). Metode Selidik Tanah. Usaha Nasional, Surabaya. Polemio, M., and Sdao, M. (1998). The Role of Rainfall in The Landslide Hazard: The Case of The Avigliano Urban Area (Southern Apennines, Italy) . www.elsevier.com/locate/ Engineering Geology 53 p. 297–309. Priyono, Kuswaji Dwi. (2012). Kajian Mineral Lempung pada Kejadian Bencana Longsorlahan di Pegunungan Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum Geografi. Vol. 26, No. 1, Juli 2012: 53 - 64. Remondo, J., Bonachea, J, and Cendrero, A. (2006). Quantitative Landslide Risk Assessment and Mapping on the Basis of Recent Occurrences. Geomorphology. www.elsevier.com/ locate/geomorph. p.1-12. Slamet, Y. (2006). Metode Penelitian Sosial. Universitas Sebelas Maret Press, Surakarta. Solana, M.C. and Kilburn, C.R.J. (2003). Public Awareness of Landslide Hazards: the Bar ranco de Tirajana, Gr an Canari a, Spain. Ge omor phol ogy 54. http: // www.elsevier.com/locate/geomorph. h.39-48. Twigg, J. (2004). Good Practice Review Disaster Risk Reduction Mitigation and Preparedness in Development and Emergency Programming. Overseas Development Institute, London, United Kingdom. Walgito, B. (2003). Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Penerbit Andi, Yogyakarta. Yunus, H.S. (2008). Dinamika Wilayah Peri-Urban, Determinan Masa Depan Kota. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.en_US
dc.identifier.issn0852-0682
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/3448
dc.description.abstractThe purposes of the study are (1) studying the characteristics of the landslide hazard level, vulnerability, and capacity dealing with the seasonal plant farmland, and (2) developing the conceptual model disaster risk of landslide for the seasonal plant farmland at the stato volcano area. Sampling of the land factor was carried out in a purposive way and the sampling of the people was carried out accidentally. The analysis was conducted descriptively, parametric and non-parametric statistics, and spatial analysis of eological map, land shape, slope, soil and land use. The findings showed that the extremely high landslide risk occurred at the cone shape of the incised volcano and the slope of the incised volcano. The economic vulnerability of one-seasonal crop farmland was about Rp. 8,879,310,-ha/year – Rp. 44,036,061 ha/year. While, the socio-economic factor of the farmers was generally characterized by a transition into a periurban area. The conceptual model tated that theresources of seasonal plant farmland with the high risk of landslide can be cultivated with the acceptable risk if the vulnerability of agricultural commodity is low in economic value and the capacity of farmers cultivating it is high.en_US
dc.publisherUMSen_US
dc.subjectrisken_US
dc.subjectlandslideen_US
dc.subjectfarmlanden_US
dc.titleRisiko Longsorlahan pada Lahan Pertanian di Kompleks Gunungapi Kuarter Arjuno Jawa Timuren_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record