Show simple item record

dc.contributor.authorIdris, Zil Hardi
dc.date.accessioned2013-10-30T22:51:40Z
dc.date.available2013-10-30T22:51:40Z
dc.date.issued2012-05-26
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/3751
dc.description.abstractEfek samping dari dinamika transportasi darat berbasis jalan khususnya diperkotaan sudah sangat mengkawatirkan, hal ini terlihat dari berbagai indikator kuantitatif seperti waktu perjalanan yang sudah sangat menurun akibat kemacetan yang semakin parah terutama pada jam-jam sibuk ( peak hour ), peningkatan pemakaian energi ( BBM ), pencemaran lingkungan atau polusi akibat gas buang dari kendaraan bermotor yang berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup umat manusia, serta efek turunan lainnya yang kesemua ini berujung kepada ekonomi biaya tinggi ( high cost economy ). Pelan tapi pasti persoalan semacam ini telah menyatu dengan pola kehidupan keseharian masyarakat umumnya. Konsep pembangunan transportasi berkelanjutan ( transportation sustainable development ) dalam arti yang sesungguhnya, sampai saat ini belum menjadi sebuah kebutuhan dan belum diwujutkan dalam bentuk gerakan nasional. Berbagai regulasi atau kebijakan yang digulirkan belum seirama dengan apa yang sesungguhnya terjadi dilapangan. Besarnya subsidi BBM untuk sektor transportasi yang menjadi beban APBN menjadi salah satu bukti ketidakseriusan dan ketidakkonsistennya bangsa ini. Oleh karena itu perlu adanya kiat-kiat atau terobosan komprehensif dalam menterjemahkan regulasi untuk menuju konsep penyelenggaraan serta pengelolaan transportasi yang efisien, adil dan berkesinambungan tersebut. Berbagai program aksi yang harus segera dilaksanakan adalah antara lain me-rekonstruksi semua perencanaan transportasi yang tidak sesuai dengan pesan undang-undang, meng-audit seluruh output program transportasi salah satunya dengan SWOT analisis, mengelola dan pengalokasian SDM, SDA, SDF berdasarkan skala prioritas kepentingan publik. Perlu dipahami bahwa substansi dari persoalan transportasi adalah menyangkut masalah “orang dan barang” sebagai pelaku perjalanan dan “bukan pada kendaraan ( moda )nya. Dengan demikian penyelenggaraan serta pengelolaan transportasi yang di cita-cita kan benar-benar menjadi kenyataan dan merupakan investasi masa depan generasi saat ini untuk generasi yang akan datangen_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectTransportasien_US
dc.subjectefisiensien_US
dc.subjectpengelolaanen_US
dc.subjectberkelanjutanen_US
dc.titlePengelolaan Transportasi Berkelanjutan Sebuah Investasi Masa Depanen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record