Show simple item record

dc.contributor.authorRosyadi, Imron
dc.date.accessioned2013-11-21T06:27:18Z
dc.date.available2013-11-21T06:27:18Z
dc.date.issued2013-06
dc.identifier.citation‘Abd al-‘Azîz al-Sa‘îdî, 1979.Ibn Qudâmah wa Asaruh al-Ushûliyyah, Riyad: t.p. al-Afjan, Abû, 1985.Min AoearFuqahâ’ al-Andalus: Fatâwâ al-Imâmasy-Syâtibî, Tunis: Matba‘ah al-Kawâkib. Bek, Muhammad $uârî, 1988. Ushûl al-Fiqh, Beirut: Dâr al-Fikr. Iqbal, Muhammad, 1966.The Reconstruction of Religius Thought In Islam,terj. Ali Audah, Jakarta: Tintamas. Al-Marâgî,Mustafâ, 1974.al-Fath al-Mubînfîlabaqât al-Ushûliyyîn, Beirut: MuhammadAmînRamjwaSyirkah. al-Maudûdî, Abû al-A‘lâ, 1975.The Islamic Law and Constitution,Lahore: Islamic Publication. Mas»ud, Muhammad Khalid, 1977. Islamic Legal Philosophy: A Study of AbûIshâq al-Shâtibî‘s Life and Thought, Islamabad: Islamic Research Institut. Rahmân,Fazlur, 1984.Islam,terj.Ahsin Muhammad,Bandung: Pustaka Salman. Rahmân, Fazlur, 1984.MembukaPintu Ijtihad,terj.AnasMahyudin, Bandung: Pustaka Salman. ar-Raisûnî, Ahmad, 1995. Na“ariyyah al-Maqâcid »inda al-Imâm asy-Syâmibî, Riyâ: Dâr al- »Alamiyah li al-Kitâb al-Islâmî. Asy-Syâtibî, t.t. al-Muwâfaqât fi Usûl al-Ahkâm, Beirut: Dâr al-Ma»rifah. al-Wâ’î, TaufîqYûsuf, t.t. Al-Bid’ahwa al-Macâlih al-Mursalah, Bayânuhâ, Ta’cîluhâ, Aqwâl al-»Ulamâ»fîhâ, Kuwait: Dâr at-Turâoe al-Kuwait.en_US
dc.identifier.issn1411 - 0881
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/3871
dc.description.abstractMakalah ini membahas penerapan metode maslahah mursalah dalam penetapan suatu hukum Islam. Penulis mengkaji pemikirana sy-Syâtibî, yang mendefinisikan maslahah mursalah adalah maslahah yang ditemukan pada kasus baru yang tidak ditunjuk oleh nash tertentu tetapi ia mengandung kemaslahatan yang sejalan (al-munâsib) dengan tindakan syara.» Kesejalanan dengan tindakan (tasharrufât) syara» dalam hal ini tidak harus didukung dengan dalil tertentu yang berdiri sendiri dan menunjuk pada maslahahtersebut tetapi dapat merupakan kumpulan dalil yang memberikan faedah yang pasti (qat»î). Masalah-masalah baru yang belum ada konfirmasinya, baik dibenarkan maupun ditolak, dan mengandung kemaslahatan yang diputuskan dengan maslahah mursalah adalah berkaitan dengan masalah-masalah muamalat, bukan berkaitan dengan ibadah. Penggunaan maslahah mursalah sebagai dalil penetapan hukum hanya untuk kebutuhan yang sifatnya dharûrî dan hâjî. Menentukan kemaslahatan dari suatu tindakan yang nantinya akan dijadikan dasar pertimbangan dalam dalil maslahah mursalah dapat menggunakan akal secara maksimal.en_US
dc.publisherLPPM UMSen_US
dc.subjectAsy-Syatibien_US
dc.subjectmasalahah mursalahen_US
dc.subjectdalil hukumen_US
dc.titlePEMIKIRAN ASY-SYÂTIBÎ TENTANG MASLAHAH MURSALAHen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record