Show simple item record

dc.contributor.authorMuhammad Mu’inudinillah, Basri
dc.date.accessioned2014-03-11T01:48:58Z
dc.date.available2014-03-11T01:48:58Z
dc.date.issued2010-05
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/4358
dc.description.abstractRasulullah diperintah Allah untuk menegaskan jalan hidupnya, misi dakwahnya, yaitu mengajak manusia mengesakan Allah dalam ibadah. Ini adalah misi para nabi dan rasul, memurnikan ibadah kepada-Nya. Dalam surat an-Nahl ayat 36 Allah SWT berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus pada tiap-tiap umat seorang rasul (yang menyeru): "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thagui." Dalam ayat yang lainnya Allah mengatakan: "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasannya lidnk ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku." (Q' I-Anbiyaa': 25). Tauhid ibadah memiliki makna meyakini bahwa Allahlah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi, dengan klimaksnya ketundukan, dan merendahkan diri, disertai kesempurnaan cinta, harapan dan takut. Ibadah sebagaimana yang dikatakan Ibnu Taimiyah, adalah nama komprehensif yang mencakup semua yang dicintai dan diridhai Allah, baik ucapan maupun perbuatan, lahir mau- pun batin. Tauhid ibadah adalah meya- kini bahwa Allahlah satu-satunya yang berhak diibadahi dan mengingkari segala ibadah kepada selain Allah, baik itu manusia seperti Nabi Isa atau para wali, atau benda, atau pemikiran atau ideologi.en_US
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartaen_US
dc.subjectAgama Islamen_US
dc.titleMengesakan Allah dengan Ibadahen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record