Untuk mewujudkan peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kemanusiaan, perlu adanya usaha membangun karakter dan kepribadian bangsa yang berahklak mulia dan bermartabat dengan membentuk sikap, kepribadian, dan karakter yang baik. Untuk mewujudkan pembentukan karakter itu dapat dilakukan di antaranya dengan penggunaan bahasa yang santun. Dalam kaitan dengan kesantunan berbahasa, Program Studi Magister Pengkajian Bahasa, Sekolah Pascasarjana UMS telah menyelenggarakan seminar yang mengkaji kesantunan dalam berbagai perspektif pada tahun 2012. Namun, pada masyarakat terjadi fenomena ketidaksantunan berbahasa. Oleh karena itu, diselenggarakan seminar yang mengkaji ketidaksantunan berbahasa. Seminar ini bukan untuk mendukung ketidaksantunan berbahasa, melainkan untuk menghindarinya. Ketidaksantuan berbahasa berkaitan dengan penggunaan bahasa yang tidak baik dan tidak sesuai dengan tatasusila. Hal ini terjadi tidak hanya di kalangan masyarat umum, tetapi juga di lingkungan pendidikan. Misalnya, di kalangan umum, ketidaksantunan berbahasa terjadi pada: media massa, karya sastra, komunikasi antarbudaya, komunikasi antarpersonal, dan komunikasi pada dunia maya (internet). Di lingkungan pendidikan, ketidaksantunan penggunaan bahasa di antaranya pada materi ajar dan interaksi: siswa-guru, siswa-siswa, guru-siswa, guru-guru, mahasiswa-dosen, mahasiswa-mahasiswa, dosen-mahasiswa, dosen-dosen, dan lain-lain. Jika ketidaksantunan berbahasa tersebut terus berlangsung dan semakin berkembang, dapat dipastikan akan berdampak pada melemahnya karakter bangsa. Terkait dengan hal tersebut seminar ini mengangkat tema “Ketidaksantunan Berbahasa dan Dampaknya dalam Pembentukan Karakter”.

Recent Submissions

View more