Show simple item record

dc.contributor.authorTeng, Muhammad Bahar Akkase
dc.date.accessioned2015-04-09T03:18:17Z
dc.date.available2015-04-09T03:18:17Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.citationAbdurrahman H. 2007. Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Pewarisan Bahasa Bugis. Makalah disajikan dalam Kongres I Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Selatan, Makassar, 22-25 Juli. Alatas, Syed Hussein. 1983.”Nilai Kebudayaan dan Disiplin Nasional,” Siri Seminar Kebudayaan Nasional, Jabatan Pengajian Melayu, University Malaya Kualalumpur. Malaysia. Ambo Enre, Fachruddin. 1992. Beberapa Nilai Sosial Budaya dalam Ungkapan dan Sastra Bugis. Pidato Pengukuhan Guru Besar. (dalam Jurnal PINISI, Vol. 1). FPBS IKIP Ujung Pandang. Buchari, Muchtar 1981.”Nlai-nilai Indonesia dalam Pembentukan” Prisma, LP3ES, No. 11. Djamaris, Edwar. 1991.”Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik” Jakarta Balai Pustaka Dunia, Gazali, 1992. “Sastra Melayu Lama :Prosa dan Puisi. Kuala Lumur. Penerbit Fajar Bakti Malaysia. Effendi, Sofian. 2005. Membangun Budaya Birokrasi Untuk Good Governance. (Online). http://lib.ugm.ac.id/ data/pubdata/sofiane/budayabirokrasi.pdf. Diakses tanggal 30 Juli 2007. Farid, Zainal Abidin.1974.”Sawerigading” Majalah Universitas Hasnuddin Ujung Pandang. Farid, Zainal Abidin.1983. “Persepsi Orang Makassar Tentang Hukum, Negara dan Dunia Luar” Penerbit Alumni, Bandung. Hakim, Zainuddin. 2007. Reaktulisasi Peran Sastra Daerah dalam Pewarisan Nilai-Nilai Budaya. Makalah disajikan dalam Kongres I Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Selatan, Makassar, 22-25 Juli. Hamid, Abu. 1978.”Catatan-catatan tentang beberapa aspek kebudayaan Sulawesi Selatan” Bingkisan ,4 Hamid, Ismail,1987 “Perkembangan Kesusastraan Melayu Lama” Pealing Jaya , Selangor : Logman Malaysia. Husain, Ibrahim. 1977. “ Apakah Siri Merupakan unsur Positif” Seminar Masalah Siri’ di Sulawesi Selatan. Ujung-Pandang 11-13 Juli 1977. Junus, Umar. 1984 “Sejarah Melayu Menemukan Diri Kembali “ Petaling Jaya Selangor; Fajar Bakti. Khaldun, Ibn. 1953 “ The Muqaddimah : An Introduction to History ( tr.by Franz Rosenthal). Routedge & Kegan Paul. London. 1953 (3 vols). La Side, 1980 : Paseng Toriolo” Majalah Latowa Universitas Hasanuddin. Ujung Pandang 1. Manggau, Ahmad. 1983 “ Hukum Kewarisan di Tanah Bugis Dewasa ini “ Universitas Hasanuddin. Ujung Pandang . Millar, Susan B. 1981. “ Bugis Society : Given By the Wedding Guest”. Cornell University. Mattulada. 1995. La Toa: Satu Lukisan Analistis terhadao Antropologi Politik Orang Bugis. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press. Nor, Mohd.Jusof, Md. 1984 “ Silsilah Melayu dan Bugis” Alih Aksara. Petaling Jaya : Fajar Bakti. Pelras, Christian. 1996. The Bugis. London: Bleckwell. Rahim, A. Rahman. 1985. Nilai-Nilai Utama Kebudayaan Bugis. Ujung Pandang: Lephas UNHAS. Rahim, A. Rahman. 1982. “ Siksp Mental Bugis “ Universitas Hasanuddin. Raja Ali al Haji, Riau. 1965” Tuhfat’al Nafis : Sejarah Melayu dan Bugis “ Malaysia Publications. Ltd. Singapore. Said, Mashadi. 1998. Konsep Jati Diri Manusia Bugis dalam Lontarak: Sebuah Telaah Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Bugis. Disertasi Belum diterbitkan. Malang: Program Pascasarjana IKIP Sewang H. Ahmad. 2007. Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Pewarisan Bahasa Bugis. Makalah disajikan dalam Kongres I Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Selatan, Makassar, 22-25 Juli. Wahid, Sugira. 2007. Pengungkapan dan Pemantapan Jati Diri dan Kearifan Lokal. Makalah disajikan dalam Kongres I Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Selatan, Makassar, 22-25 Juli. Tang, Muh. Rapi. 2007. Reso sebagai Roh Kehidupan Manusia Bugis: Budaya dari Me ntal dan Fisik, Sebuah Refleksi dar Lontarak. Makalah disajikan dalam Kongres I Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Selatan, Makassar, 22-25 Juli.in_ID
dc.identifier.isbn978.602.361.004.4
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/5594
dc.description.abstractDalam makalah ini akan dibahas filsafat, kepercayaan, mitos, sastra lokal (Bugis). Dalam kehidupan masayarakat Bugis pada awalnya memiliki sejumlah mitos. Sure’ Galigo menjelaskan tentang awal mula dihuninya negeri Bugis. Dalam Sastra Bugis jenis sastra sejarah ini dikenal dengan Lontaraq. I la Galigo adalah sebuah cerita tentang sebuah cara hidup, keberadaan masyarakat bugis dengan cara hidupnya, dieskpresikan dalam tradisi tutur dan tulis yang mereka kembangkan menjadai sastra lokal. Pada abad ke-19 (pendudukan Belanda), tradisi tutur I la Galigo disatukan untuk kemudian dituliskan dalam sebuah kumpulan naskah sepanjang 6000 halaman atau 12 jilid. Pada akhir abad ke- 20, atas prakarsa beberapa lembaga (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan), naskah yang tersimpan di Belanda tersebut, akhirnya dibuka kembali. Sayangnya baru satu jilid yang berhasil diterjemahkan. Dalam Filsafat hidup, orang Bugis di masa lampau, telah mengenal dan memiliki nilai-nilai motivatif yang terkandung dalam filsafat etika ( pangaderrang/ bertingkah laku terhadap sesama manusia dan terhadap pranata sosialnya.) memiliki 4 (empat) asas sekaligus pilar yakni: (1) mappasilasae,( keserasian hidup dalam bertingkah laku), (2) Mappasisaue, yakni diwujudkan sebagai manifestasi ade’ untuk menimpahkan deraan pada tiap pelanggaran ade’ (3) Mappasenrupae, yakni mengamalkan ade’ bagi kontinuitas pola-pola terdahulu yang dinyatakan dalam rapang; (4) Mappalaiseng, yakni manifestasi ade’ dalam memilih dengan jelas batas hubungan antara manusia dengan institusi-institusi sosial. Kepercayaan dan Mitos tentang Tomanuung (manusia yang turun) merupakan unsur yang menguatkan nilai kebudayaan Bugis. Mitos Galigo tertulis di dalam sure’ Galigo, Tokoh sentral di dalamnya adalah Sawerigading yang berkeinginan mempersunting adik kandung perempuannya, tetapi karena dicegah, akhirnya berhasil memindahkan perasaan cintanya kepada seorang gadis Cina yang bernama We Cudai’. Pada peristiwa Tomanurung di Luwu tampak dengan jelas masalah kekeluargaan dan kekerabatan yang tampil lebih banyak dipersoalkan, sesudah pengisisan kawa (dunia tengah) ini. Simpuru’siang masih tetap berada dalam hubungan suasana Botilangi’ (dunia atas) dan Buri’liung (dunia bawah). Ana’kaji masih mengulang pengalaman Sawerigading ketika ditinggalkan oleh isterinya. Corak lebih bercorak kepercayaan, Gowa dan Bone bercorak politik, Soppeng bercorak ekonomi, dan Wajo bercorak politik dan ekonomi. Dilihat dari tradisi perkembangannya, sastra bugis kuno menempuh dua cara yaitu, tradisi lisan dan tradisi tulis, dan keduanya ada yang berkembang seiring dengan waktu yang bersamaan. dibagi menjadi tiga periode (1)ditandai dengan munculnya karya sastra bugis yang kemudian disebut karya sastra galigo, antara abad ke-7 hingga abad ke-10.(2) zaman tomanurung, ditandai dengan munculnya sebuah bentuk pustaka bugis yang berbeda dengan pustaka galigo (sastra). Dalam periode ini muncul dua bentuk pustaka bugis, ada yang tergolong karya sastra yang disebut tolok dan yang bukan karya sastra yang disebut lontarak.(3) pau-pau atau pau-pau rikadong serta pustaka lontarak yang berbau islami. Selain itu ada perkembanga baru sastra bugis dalam bentuk prosa. Pada umumnya, sastra prosa ini merupakan saduran dari sastra Melayu kuno atau sastra Parsi. Sastra Bugis klasik meliputi Sure’ Galigo, Lontarak, Paseng/Pappaseng Toriolota/ Ungkapan, dan Elong/syair. Sastra Bugis klasik, seperti Galigo (yang dikenal sebagai epik terpanjang di dunia), Lontarak. Kearifan itu memiliki kedudukan yang kuat dalam kepustakaan Bugis dan masih sesuai dengan perkembangan zaman. Bawaan Hati yang Baik (Ati Mapaccing) Dalam bahasa Bugis, arti mapaccing (bawaan hati yang baik) berarti nia’ madeceng (niat baik), nawa-nawa madeceng (niat atau pikiran yang baik) sebagai lawan dari kata nia’ maja’ (niat jahat), (niat atau pikiran bengkok). Dalam berbagai konteks, kata bawaan hati, niat atau itikad baik juga berarti ikhlas, baik hati, bersih hati atau angan-angan dan pikiran yang baikin_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectSastra Lokal (Bugis) dan Sejarahin_ID
dc.subjectKepercayaan dan Mitosin_ID
dc.subjectFilsafatin_ID
dc.titleFilsafat dan Sastra Lokal (Bugis) dalam Perspektif Sejarahin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record