Show simple item record

dc.contributor.authorAshadi
dc.contributor.authorNelfiyanthi
dc.contributor.authorAnisa
dc.date.accessioned2015-10-31T05:28:54Z
dc.date.available2015-10-31T05:28:54Z
dc.date.issued2015-07-30
dc.identifier.citationMoleong, L, 2004, Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit Remaja Rosdakarya, Bandung. Frick, H dan Suskiyatno, B, 2007, Dasar-dasar Arsitektur Ekologis. Konsep Pembangunan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan, Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Iridiastadi, H dan Yassierli, 2014, Ergonomi Suatu Pengantar, Penerbit Remaja Rosdakarya, Bandung. Nurwulandari, R, 2003, Rumah Hemat Energi, Penerbit Prima Infosarana Media, Jakarta. Perwadarminta, WJS, ........., Kamus Besar Bahasa Indonesia, Anonim, Pedoman Umum Rumah Sederhana Sehatin_ID
dc.identifier.issn2339-028X
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/6231
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi tentang pentingnya pencahayaan dalam kenyamanan pada rumah sederhana yang ergonomis, dengan mengambil kasus pada rumah sederhana yang ada di Kota Depok Jawa Barat. Tujuannnya adalah untuk mendeskripsikan kenyamanan penghuni pada rumah dilihat dari pencahayaan yang meliputi jangkauan cahaya dalam ruang, elemen bangunan dan arah bukaan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengambil kasus secara purposif sampling. Penelitian ini mendapatkan hasil Pada rumah sederhana yang ergonomis, jangkauan cahaya dapat masuk ke seluruh ruangan sehingga semua ruangan bisa digunakan untuk beraktivitas menggunakan pencahayaan alami tersebut. Hal ini membuat semua ruangan di dalam rumah menjadi nyaman.Ukuran bukaan yang terdapat pada rumah sederhana yang diteliti mempunyai ukuran sesuai dengan standar sehingga matahari dapat masuk untuk menerangi ruangan. Bukaan tersebut berupa jendela dan roster yang terdapat pada seluruh ruangan.Arah bukaan pada rumah yang diteliti mayoritas berada di sisi utara dan selatan, hal ini memungkinkan cahaya pantulan masuk ke dalam rumah. Cahaya pantulan lebih nyaman digunakan untuk beraktivitas daripada cahaya matahari langsung. Semua ruang pada rumah sederhana tersebut nyaman untuk digunakan kecuali kamar mandi yang terletak di tengah (diapit) oleh rumah lain. Hal ini terjadi karena cahaya yang masuk remang-remang dari lubang plafond berukuran 40x40 cm yang kurang terang untuk beraktivitas.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectindikatorin_ID
dc.subjectkenyamananin_ID
dc.subjectpencahayaanin_ID
dc.subjectrumah sederhana yang ergonomisin_ID
dc.titlePencahayaan sebagai Indikator Kenyamanan pada Rumah Sederhana yang Ergonomis: Studi Kasus RSS di Kota Depok Jawa Baratin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record