Show simple item record

dc.contributor.authorWitjaksono, Agung
dc.contributor.authorKustamar
dc.contributor.authorSunaryo, Dedy Kurnia
dc.date.accessioned2015-12-21T06:18:53Z
dc.date.available2015-12-21T06:18:53Z
dc.date.issued2015-05-19
dc.identifier.citationAgung Witjaksono, M. Bisri, (2014), Pola Perubahan Penggunaan Lahan di Kawasan Hulu Kota Batu Jawa Timur, dalam Proseding, Seminar Nasional: “Teknologi Hijau, Membangun Msa Kini Merawat Masa Depan”, Teknik, Komputer Dan Rekayasa, Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia 23 Oktober, ISBN 978-602-14462-1-8 pp. Iv51-Iv-56 Irawan, B dan Prayitno. (2012). Dampak Koversi Lahan Sawah di Jawa Terhadap Produksi Beras dan Kebijakan Pengedaliannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian Bogor. Diakses 12 Desember 2012. pp. 1-33. Kustamar, Togi H. Nainggolan, Agung Witjaksono, (2013), Pengembangan Model Desa Konservasi di Kawasan Hulu DAS Brantas, dalam Proseding: “Peran Industri Konstruksi dalam Menunjang MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia”, Seminar Nasional IX - Teknik Sipil ITS Surabaya, pp. 88-96 Kustamar, Togi H. Nainggolan, Agung Witjaksono, (2014), Kebutuhan Konservasi Sumberdaya Air di Hulu DAS Brantas Untuk Pembentukan Model Desa Konservasi di Kota Batu, dalam Proseding: ”Inovasi Struktur dalam Menunjang Konektivitas Pulau di Indonesia”, Seminar Nasional X: Teknik Sipil ITS Surabaya. ISBN 978-979-99327-9-2 pp 689-698 ---------, (2013), Statistik Lahan Pertanian Tahun 2013, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Sekretariat Jenderal - Kementerian Pertanian Undang-Undang RI. Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutanin_ID
dc.identifier.issn2459-9727
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/6445
dc.description.abstractKetersediaan pangan semakin terbatas yang disebabkan oleh semakin meningkatnya konversi lahan sawah dan lahan pertanian produktif lainnya, rendahnya peningkatan produktivitas hasil pertanian, buruknya kondisi jaringan irigasi dan prasarana irigasi di lahan produksi. Alih fungsi lahan sawah ke penggunaan lain telah menjadi salah satu ancaman yang serius terhadap keberlanjutan swasembada pangan. Berbagai upaya untuk mengendalikan alih fungsi lahan sawah telah banyak dilakukan, namun konversi alih fungsi lahan masih sulit dikendalikan. Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis dan berperan penting dalam perekonomian, kelangsungan hidup masyarakat, penyedia lapangan kerja dan penyedia pangan. Konversi lahan pertanian khususnya lahan sawah ke penggunaan lain menjadi salah satu ancaman terhadap keberlanjutan swasembada pangan. Faktor yang dapat mempengaruhi perubahan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian yaitu perkembangan wilayah pedesaan menjadi wilayah perkotaan, perubahan sosial masyarakat maupun karena aspek ekonomi masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasikan perubahan-perubahan yang terkait dengan konversi lahan pertanian sawah baik terhadap pergeseran penggunaan lahan, hasil produksi, maupun mata pencaharian masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan mempergunakan data-data sekunder, dengan menggunakan pendekatan analisis diskriptif. Hasil penelitian mengidentifikasikan adanya pergeseran penggunaan lahan, luas lahan pertanian, jumlah produksi, serta diketemukan pergeseran mata pencaharian masyarakat. Hasil penelitian dapat dipergunakan sebagai dasar pertimbangan menyusun kebijakan dalam mempertahankan lahan pertanian dan keberlanjutan swasembada pangan.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectkonversi lahanin_ID
dc.subjectswasembada panganin_ID
dc.subjectberkelanjutanin_ID
dc.titleIdentifikasi Perubahan Lahan Pertanian sebagai Pertimbangan Menyusun Kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutanin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record