Show simple item record

dc.contributor.authorAnanto, Ami Dwi
dc.contributor.authorWidodo, Edi
dc.date.accessioned2016-03-31T08:27:09Z
dc.date.available2016-03-31T08:27:09Z
dc.date.issued2016-03-12
dc.identifier.citationAsrurifak M, (2010). Peta respons Spektra Indonesia Untuk Perencanaan Bangunan Tahan Gempa Berdasarkan Sumber Gempa 3-Dimensi Dalam Analisis Probabilitas, Disertasi Doktor Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung. Gutenberg, B., Richter, C.F. (1944). Frequency of Earthquakes in California. Bulletin of the Seismological Society of America. Hizbaron, D. R. Baiquni, M. Sartohadi, J. Rijanta, R. (2012). Urban Vulnearability in Bantul District, Indonesia-Towards Safer and Sustainable Development.Sustainability 4, 2022-2037. Li, L. Wang, J. Leung,H. (2010). Using Spatial Analysis and Bayesian Network to Model the Vulnearability and make Insurance Pricing oc Catastophhic Risk.International Journal of Geographical Inforamtion Science 12 (24), 1759-1784. Oktariadi, O. (2009).Penentuan Peringkat Bahaya Tsunami dengan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi kasus: Wilayah Pesisir Kabupaten Sukabumi).Jurnal Geologi Indonesia 4 (2), 103-116. Putra, R. P.(2012). Peak Ground Acceleration Studies of the Indonesia Earthquake Zone Maps in the Special Region of Yogyakarta. Undergraduate Theses, Civil Engineering, Sepuluh Nopember Institute of Technology Search Earthquake Archives. (2015). Diakses darihttp://earthquake.usgs.gov/earthquakes/search/pada 01 Desember 2015. Septianusa, Maulina S, Atina A. (2015). Deterministic and Probabilistic Seismic Hazard Risk Analysis in Bantul Regency.Advances on Science and Technology: Proceedings of SESEE 2015. Youngs, R. R., Chiou, S. J., Silva, W. J., and Humphrey, J. R.(1997).Strong Ground Motion Attenaution Relationships for Subduction Zone Earthquake.Seismological Research Letters 68 (1), 58-73.in_ID
dc.identifier.issn2502-6526
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/7036
dc.description.abstractPada makalah ini akan dibahas mengenai analisis resiko gempa bumi di kabupaten bantul. Penelitian sebelumnya, membahas bencana gempa bumi yang lalu, yaitu Gempa Bantul 2006 mengakibatkan kerugian yang sangat besar dikarenakan banyak bangunan rusak bahkan hancur. Struktur yang tidak dapat menahan kekuatan guncangan tertentu akibat gempa bumi mengakibatkan bangunan masyarakat mudah hancur. Sehingga menurut penulis menjadi penting untuk memperkirakan dampak guncangan yang dapat ditimbulkan oleh gempa bumi di masa 50 tahun dan 100 tahun mendatang. Metode yang digunakan adalah PHSA (Probabilistic Hazard Seismic Risk Analysis) dan DHSA (Deterministic Hazard Seismic Risk Analysis) yaitu untuk menghitung percepatan tanah puncak dan probabilitas kemungkinan terlampauinya percepatan getaran tanah. Hasil yang didapat diketahui bahwa Bantul merupakan daerah yang termasuk dalam kategori bahaya terhadap gempa bumi dengan probabilitas diatas 15%.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectResiko Gempain_ID
dc.subjectPHSAin_ID
dc.subjectDHSAin_ID
dc.subjectBantulin_ID
dc.titleAnalisis Resiko Gempa Bumi di Kabupaten Bantulin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record