Show simple item record

dc.contributor.authorPakpahan, Herman Santoso
dc.contributor.authorHendrajaya, Lilik
dc.date.accessioned2016-11-18T01:11:50Z
dc.date.available2016-11-18T01:11:50Z
dc.date.issued2016-05-21
dc.identifier.citationHarahap Asri. M.N., 2009. “Studi Genetik Batubara Daerah Lamuru Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan”, Universitas Hasanuddin, Makassar. Ningrum, N.S., Santoso, B., 2009. “Petrographyc Study On Genesis Of Selected Inertinite-Rich Coal From Jambi Subbasin”. Indonesian Mining Journal, Vol.12, No.3. Bandung. Indonesia. Stach, E., et all., 1982. “Stach’s Textbook of Coal Petrology”, Gebruder Borntraeger, Berlin. Sukamto, R., dan Supriatna, S. 2010. “Geologi Lembar Pangkajene dan Watampone Bagian Barat Sulawesi”, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Direktorat Jenderal Pertambangan Umum Depatemen Pertambangan dan Energi. Bandung. Indonesia. Suwarna. N., 2006. “Permian Mengkarang Coal Facies And Environment Based On Organic Petrology Study”. Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 1 No. 1. Hal 1-8. Bandung. Indonesia. Thomas. L., 2010. “Handbook Of Practical Coal Geology”, John Willey and Sons. Baffins Lane, Chicsester. England. Widodo. S., 2009. “Rekonstruksi Fasies Pengendapan Berdasarkan Komposisi Maseral Pada Endapan Batubara Di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan”, Fakultas Teknologi Industri dan Komputer, Program Studi Pertambangan, UMI-Makassar.in_ID
dc.identifier.issn2557-533X
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/7990
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu negara penting penghasil batubara di dunia dengan potensi cadangan terbesar. Salah satu daerah penghasil batubara yang cukup besar di Indonesia adalah Formasi Tanjung, Cekungan Barito, Kalimantan Selatan. Kegiatan penambangan pun tidak lepas dari pengaruh kejadian fisika dari alam yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia, sehingga dapat dilakukan penelitian tentang proses fisika dari proses penambangan batubara. Secara mekanika batuan, analisis mekanika batuan pada lapisan batubara dapat dilakukan pada bidang dan ruang. Mekanika batuan ini banyak menggunakan teori elastisitas, plastisitas dan sistem struktur fisika batuan secara eksperimen. Proses fisika pada pengeboran batubara berasal dari hukum Pascal dan suseptibilitas suatu magnet batuannya berpengaruh juga terhadap besarnya intensitas magnetik batuan tersebut. Semakin kecil atau lambat kecepatan gelombang P maka modulus elastisitasnya semakin kecil, batuan yang mempunyai kecepatan gelombang P dan elastisitas paling besar merupakan jenis batuan yang memiliki tingkat kekerasan tinggi dan tidak mudah pecah. Pada proses penggalian dan pengangkutan batubara dianalisis secara fisika dengan menggunakan hubungan gaya (F), massa batuan (m) dan percepatan pengangkutan (a). Proses pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para siswa atau mahasiswa tentang pentingnya belajar dan memahami fisika menuju pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam daerah.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Surakartain_ID
dc.subjectBatubarain_ID
dc.subjectBahan Ajarin_ID
dc.subjectFisika Penambanganin_ID
dc.titlePengembangan Modul Pembelajaran Fisika Penambangan Batubara di Formasi Tanjung, Cekungan Barito, Kalimantan Selatanin_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record