Show simple item record

dc.contributor.authorJupri, J.
dc.contributor.authorMulyadi, Asep
dc.date.accessioned2017-07-20T03:09:05Z
dc.date.available2017-07-20T03:09:05Z
dc.date.issued2017-05-22
dc.identifier.citationArikunto, S. (1997). Prosedur penelitian suatu praktek. Rineka Cipta: Jakarta. Baja, S. (2012). Perencanaan tata guna lahan dalam pengembangan wilayahpendekatan spasial & aplikasinya. Yogyakarta: Andi. Irwansyah, E. (2013). Sistem informasi geografis : prinsip dasar dan pengembangan aplikasi. Yogyakarta: Digibooks. Putra, N. & Hendarman. (2013). Mixed method research metode riset campur sari konsep, strategi dan aplikasi. Jakarta: Permata Puri Media. Yunus, H.S. (2008). Manajemen kota prespektif spasial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yunus, H.S. (2010). Metodelogi penelitian wilayah kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sitanggang, G. (2010). Kajian pemanfaatan satelit masa depan:sistem penginderaan jauh satelit LDCM (LANDSAT-8). Berita Dirgantara, 2 (2) hlm. 51.in_ID
dc.identifier.isbn978-602-361-072-3
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/8999
dc.description.abstractKawasan metropolitan Bandung Raya merupakan Pusat Kegiatan Nasional. Kawasan ini berkembang berbasis dari pertumbuhan Kota Bandung. Terutama dari jumlah dan kepadatan penduduknya yang mengalami peningkatan cukup pesat, sehingga memperngaruhi kebutuhan ruang terutama untuk keperluan pemukiman. Wilayah pinggiran kota (urbanfringe atau peri urban) mempunyai peran penting dalam mendukung dinamika kota baik dari aspek fisik maupun sosial ekonomi, sehingga tatanan ke kotaan pada masa yang aka datang sangat ditentukan oleh bentuk proses dan dampak perkembangan yang terjadi pada wilayah pinggiran Kota ini. Transformasi yang bersifat fisik dan sosial akan tersu mengiringi wilayah ini akibat dari pergeseran pemanfaatan lahan dari karaktersitik pedesaan (agraris) ke karateristik ke kotaan (pemukiman). Untuk itu dibutuhkan zonasi wilayah pinggiran kota dari serangkaian proses transformasi yang terjadi dalam bentuk Struktur Zona Bingkai Kota, Zona Bingkai Kota Desa, Zona Bingkai Desa Kota, dan Zona Bingkai Desa. Metode penelitian dan sumber data menggunakan citra landsat 8 tahun 2015 yang kemudian dilakukan evaluasi dan analisis secara sekasama terhadap zonasi yang terjadi di wilayah pinggiran Kota Metropolitan Bandung Raya berbasis proporsi penggunaan lahan yang bersifat agraris dengan penggunaan lahan kekotaan (Pemukiman). Pada pemetaan skala 1:300.000 kecamatankecamatan yang berada diwilayah pinggiran Kota Metropolitan Bandung Raya diperoleh data Zona Bingkai Kota Desa, Zona Bingkai Desa Kota, dan Zona Bingkai Desa dari zonasi tersebut selanjutnya dapat dijadikan rujukan dalam penataan dan pengendalian kebijakan pembangunan di Wilayah Metropolitan Bandung Raya.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherMuhammadiyah University Pressin_ID
dc.subjectZonasiin_ID
dc.subjectWilayah Pinggiran Kotain_ID
dc.subjectMetroplitan Bandung Rayain_ID
dc.titleZonasi Wilayah Pinggiran Kota Metropolitan Bandung Rayain_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record