dc.identifier.citation | Blake, D, and GNS Science (N.Z.). 2015. The 2014 Eruption of Kelud Volcano, Indonesia: Impacts on Infrastructure, Utilities, Agriculture and Health. Bourdier, Jean-Louis, Indyo Pratomo, Jean-Claude Thouret, Georges Boudon, and Pierre M Vincent. 1997. “Observations, Stratigraphy and Eruptive Processes of the 1990 Eruption of Kelut Volcano, Indonesia.” Journal of Volcanology and Geothermal Research 79 (3–4): 181–203. doi:10.1016/S0377- 0273(97)00031-0. Brotopuspito, Kirbani Sri, and others. 2007. “ERUPSI GUNUNGAPI KELUD DAN NILAI-B GEMPABUMI DI SEKITARNYA.” Berkala Ilmiah MIPA 17 (3). http://pdm-mipa.ugm.ac.id/ojs/index.php/bimipa/article/view/14. Global Volcanism Program. 2017a. “3902Kelut.pdf.” Accessed May 2. http://volcano.si.edu/volcanoes/region06/java/kelut/3902Kelut.pdf. ———. 2017b. “Global Volcanism Program | Kelut.” National Museum of Natural History. Accessed May 2. http://volcano.si.edu/volcano.cfm?vn=263280. Humaida, Hanik, K. S. Brotopuspito, H. D. Pranowo, and others. 2011. “Modelling of Magma Density and Viscocity Changes and Their Influences towards the Characteristic of Kelud Volcano Eruption.” Indonesian Journal on Geoscience 6 (4): 227–237. IFRC. 2017. “Final Report Indonesia: Volcanic Eruption- Mt. Kelud.” Accessed May 2. http://reliefweb.int/sites/reliefweb.int/files/resources/MDRID009drefFR.p df. PVMBG. 2017. “Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi - Badan Geologi.” Accessed May 2. http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gunungapi/data-dasargunungapi/ 538-g-kelud. Sartohadi, Junun, Aries D. W. Rahmadana, Evi Dwi Lestari, Edwin Maulana, Puspita Indra Wardhani, Febrian Maritimo, Galih Aris Swastanto, Listyo Yudha Irawan, Garri Martha K. Kusuma, and Elok Surya Pratiwi. 2017. “Volcanic Eruption of Kelud in February 2014: A Re-Arrangement Processes of Both Human and Natural Resources (PDF Download Available).” Accessed May 2. https://www.researchgate.net/publication/304229514_Volcanic_Eruption _of_Kelud_in_February_2014_A_Rearrangement_ Processes_of_both_Human_and_Natural_Resources?enrichI d=rgreq-a80fc8656c026fb7ab8739d81eb6134a- XXX&enrichSource=Y292ZXJQYWdlOzMwNDIyOTUxNDtBUzozNzU2MjE0OD cyMTg2ODhAMTQ2NjU2NjU0OTM1NQ%3D%3D&el=1_x_2&_esc=publicati onCoverPdf. Wardhana, Garri Martha K., Febrian Maritimo, Edwin Maulana, and Ali Ammarullah. 2014. Pemetaan Daerah Rawan Jatuhan Material Piroklastik Kasus Erupsi Gunungapi Kelud 2014. Cetakan I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. https://www.researchgate.net/publication/303967643_Pemetaan_Daerah _Rawan_Jatuhan_Material_Piroklastik_Kasus_Erupsi_Gunungapi_Kelud_20 14?_esc=publicationCoverPdf&el=1_x_3&enrichId=rgreq- 97e3cab47c713bb28d7cb517add93c42- XXX&enrichSource=Y292ZXJQYWdlOzMwMzk2NzY0MztBUzozNzMwNTkyN TgyMDgyNTZAMTQ2NTk1NTY2NzE3MA%3D%3D. Zaennudin, akhmad. 2008. “Kubah Lava Sebagai Salah Satu Ciri Hasil Letusan G. Kelud.” Bulletin Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi. http://www.bgl.esdm.go.id/publication/kcfinder/files/BVBG%2020080203. pdf. Zaennudin, Akhmad. 2009. “Prakiraan Bahaya Erupsi Gunung Kelud.” Buletin Vulkanologi Dan Bencana Geologi 4 (2): 1–17. | in_ID |
dc.description.abstract | Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan gunung berapi, hidup
berdampingan dengan bahaya merupakan hal yang tidak bisa terelakan.
Meskipun dampak vulkanisme gunung api terhadap masyarakat telah
didokumentasikan dengan baik, namun banyak kemungkinan manfaat dari
gunung berapi tersebut tidak dikaji secara lengkap. Makalah ini
memberikan kajian secara komprehensif mengenai dampak erupsi gunung
berapi dengan studi kasus di gunung api Kelud. Metode yang digunakan
dalam mencapai tujuan penelitian berupa survei lapangan yang meliputi
aspek fisik dan sosial. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dan
dideskripsikan secara kualititatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa
erupsi gunung api kelud pada tahun 2014 memberikan dampak yang
bervariasi baik negatif maupun positif; secara langsung maupun tidak
langsung pada sisi manusia maupun lingkungannya. Kegiatan-kegiatan di
sektor pertambangan, pariwisata dan pertanian merupakan kegiatan yang
banyak dikerjakan dan dikembangkan pasca erupsi bahkan dijadikan
program dari pemerintah daerah sebagai modal pembangunan yang
menekankan pada kekayaan sumber daya lokal. Melalui penelitian ini,
diharapkan kajian yang dapat menggambarkan dampak dan proses pada
saat bencana erupsi maupun kondisi non-aktif gunung api melalui tiga
dikotomi : positive/negative, direct/inderect, dan natural/society dengan
melibatkan aspek budaya masyarakat mampu dilaksanakan untuk
merumuskan dan menilai bencana gunung api dari perspektif positif yang
harganya dapat melebihi dampak negatif yang ditimbulkannya. | in_ID |