Show simple item record

dc.contributor.authorPurba, Diah Lentari A.
dc.contributor.authorCakrawati, Ambar Arum
dc.contributor.authorUtami, Intan Rahma
dc.contributor.authorNugraheni, Imma Redha
dc.contributor.authorDeranadyan, Gumilang
dc.date.accessioned2019-06-18T01:48:48Z
dc.date.available2019-06-18T01:48:48Z
dc.date.issued2019-04
dc.identifier.citation[1] T. J. S. Haryono, T. Koesbardiati, S. E. Kinasih, “Model Strategi Mitigasi Berbasis Kepentingan Perempuan pada Komunitas Survivor di Wilayah Rawan Banjir,” Jurnal Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik.Vol.25, No. 3, pp 184 – 194 2012. [2] Badan Nasional Penanggulangan Bencana, “Data Bencana Alam di Indonesia,” Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2018. Tersedia bnpb.cloud/dibi/ [Diakses 11 Desember 2018]. [3] [Anonim]. “Banjir dan Longsor Terjadi di Sumatera Barat, Enam Orang Dilaporkan Tewas,” 2018. [online] Tersedia: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45832645 (Diakses 11 Desember 2018). [4] R. J. Kodoatie dan Sugiyanto, “Banjir, Beberapa Penyebab dan Metode. Pengendaliannya dalam Perspektif Lingkungan”, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002. [5] Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. “Press Release Kondisi Cuaca Ekstrem dan Iklim Tahun 2010-2011,” 2010. [6] A. Fadholi, F. P Sari, P. Aji, R. Dewi, “Pemanfaatan Model Weather Research and Forecasting (WRF) dalam Analisis Cuaca terkait Hujan Lebat Batam 30-31 Januari 2011,” Jurnal Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Vol.10, No. 1, 2014. [7] N. Sagita dan R. Prasetya, Analisis Citra Satelit MTSAT dan TRMM menggunakan Software ER MAPPER, SATAID dan PANOPLY saat Kejadian Curah Hujan Ekstrim di Wilayah Manado, 16 Februari 2013. Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Vol.9, No. 2, pp 66-72, 2013. [8] S. Marpaung, D. Satiadi, T. Harjana, “Analisis Kejadian Curah Hujan Ekstrem di Pulau Sumatera Berbasis Data Satelit TRMM dan Observasi Permukaan,” Jurnal Sains Dirgantara, Vol.9, No.2, pp 127-137, 2012. [9] M. Nababan dan B. Tjasyono, “Studi Kejadian Bencana Banjir Berdasarkan Karakteristik Awan dan Hujan di Wilayah Jakarta (Studi Kasus 17 Januari 2014)”, Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Vol.3, No.1, pp 15-23, 2016. [10] A. J. Punkka dan M. Bister, “Occurrence of Summertime Convective Precipitation and Mesoscale Convective Systems in Finland during 2000–01,” Monthly Weather Review Vol. 133, pp 362-373, 2005.id_ID
dc.identifier.issn2580-8796
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/10817
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu negara yang berada di wilayah rawan terhadap berbagai kejadian bencana alam, khususnya banjir yang merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia dengan presentase frekuensi sebesar 31.75%. Salah satu faktor yang menyebabkan banjir adalah kejadian hujan lebat. Pada tanggal 11 Oktober 2018 di kabupaten Padang Pariaman terjadi hujan lebat yang memicu terjadinya banjir dan menimbulkan kerugian nyawa dan material. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola hujan yang mungkin dihasilkan, potensi hujan lebat dan awan penyebab hujan lebat pada saat kejadian banjir tersebut. Analisis dilakukan dengan menggunakan data citra radar cuaca, citra satelit GSMaP dan data curah hujan observasi dari beberapa pos hujan di Kabupaten Padang Pariaman. Berdasarkan data citra radar Padang, hujan terjadi sejak pagi hingga dini hari, dengan puncak hujan terjadi pada malam hari sekitar jam 12.00 UTC (19.00 WIB) yang disebabkan awan-awan konvektif dan stratiform. Hujan dikategorikan ringan hingga sangat lebat yaitu 6.3 – 50.1 mm/ hari pada citra radar dan 50 – 105 mm/hari pada citra satelit GSMaP.id_ID
dc.language.isootherid_ID
dc.publisherSeminar Nasional GEOTIK 2019id_ID
dc.titleAnalisis Kejadian Hujan Lebat menggunakan Data Citra Radar, Citra Satelit dan Pos Hujan di Wilayah Padang Pariaman (Studi Kasus Banjir tanggal 11 Oktober 2018)id_ID
dc.typeArticleid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record