Show simple item record

dc.contributor.authorSujinah, Sujinah
dc.date.accessioned2018-03-01T02:10:22Z
dc.date.available2018-03-01T02:10:22Z
dc.date.issued2017-08
dc.identifier.citationAnthony, Durlak J., 2010, “Developing and Improving After School Program to Enchance youth‟s Growth and Adjustment: A Special Issue. American Journal of Community Psychology. p 45. Anthony, R., & Shravan, K. 2015, ICT (Information And Communication Technologies) Adoption Model For Educational Institutions. Journal of Commerce and Management Thought, 6(3): 558- 570. Baska, Joyce Van Tassel, 2006, Comprehensive Curriculum for Gifted Learners. Boston: Pearson. Confrey, Jere dan Viki Stohl, 2004, “On Evaluating Curricular Effectiveness” Judging the Quality of K-12 Mathematic Evaluation. Washington: The National Acaddemic Press. Facer, Green H., 2006, Personalisation and Digital Technologies. Bristol: Futurelab. Galla, S.A & Stepien , W.J., 1996, “Content Acquisition in Problem Based Learning : Depth Versus Breadth in American Studies”. Journal for Education of Gifted volume 19 hal 257-275. Hongboontri, C., & Keawkhong, N. 2014, School Culture: Teachers’ Beliefs, Behaviors, and Instructional Practices. Australian Journal of Teacher Education, 39(5), 66-88. http://kuliah.uajy.ac.id/ManualE-Learning.pdf. Pengantar Moodle. Huberman, Michael dan Mathew B. Miles, 1994, Expanded Sourcebook, Qualitative Data Analysis. London: Sage Publications. Kemendikbud. 2014. Buku Kurikulum Pendidkan Tinggi. Jakarta: Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud. Kim, S. S., & Ahn, S. 2016, An Analysis on ICT Lietracy Level of Elementary School Student according to Pricipal’s Awareness of Educational Information Technology. The Journal of the Korea Contents Association, 16(2), 268-276. Mason & Rennie, 2007, “Using Web 2.0 for Learning in the Community”. Internet and Higher education. 10 p.196-203. Mukhtar dan Iskandar. 2010. Desain Pembelajaran Berbasis Teknologi informasi dan Komunikasi (Sebuah Orientassi Baru). Jakarta: Gaung Persada Press. Pawlowski, Jan. M., 2007, The Quality Adaptation Model: Adaptation and Adoption of the Quality Standard ISO/IEC 19796-1 for Learning , Education and Training. Essen, Germany: Isntitute for Computer Science and Business Info System Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif membuat Bahan Ajar Inovatif: Menciptakan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Yogjakarta: Diva Press. Robinson, Arnold, 2002, “Differentiation for Talented Learners: What are Some Indicators?” Understanding our Gifted. 15(1) 3-5. Rohmatullah, Dafik dan ,Slamin, 2016. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Pendekatan Investigasi Berbantuan E-Learning dengan Aplikasi Moodle pada Subpokok Bahasan Trigonometri Kelas X SMA” Kadikma volume 4 No2 Agustus 2013. Rossi P. Freeman dan Lipsey M. Wolter, 1999, Evaluasi: a Systematic Approach Thousand Oaks. (California: Sage). Rusman, 2013. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. (Bandung: Alfabeta).Rusman, dkk. 2012. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi: Mengembangkan Profesionalitas Guru. (Jakarta: Rajawali Press). Selwyn, Neil, 2011, Schools and Schooling in the Digital Age, A Critical Analysis. (New York: Routledge). Smutny, Joan Franklin, 2003, Designing and Developing Programs for Gifted Students. (California: Corwin Press). Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. (Bandung: Alfabeta). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, 2003, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Williams P., 2008, Leading Schoolings in the Digital Age: a clash of Cultures. School Leadership and Management, (28) 3 hal. 213-228.in_ID
dc.identifier.isbn978-602-361-102-7
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/11617/9602
dc.description.abstractMahasiswa calon pendidik diharapkan selain memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian, juga diharapkan tidak gaptek. Untuk itu diperlukan pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar yang memadai. Bahan ajar tersebut adalah bahan ajar yang didesain berbasis web centric course dengan menggunakan system moodle dan dengan penerapan student centered learning (SCL). Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan respons mahasiswa terhadap penerapan bahan ajar berbasis web entric course dengan system moodle mata kuliah Perencanaan pembelajaran dengan penerapan SCL; dan (2) mendeskripsikan kelebihan dan kelemahannya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode mixed dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan wawancara. Respons mahasiswa terhadap penerapan bahan ajar berbasis web centric course dengan menggunakan system moodle dan dengan penerapan SCL sangat baik dengan alasan bahan ajar ini membantu mempercepat memahami materi, memberi peluang lebih produktif, mengatur kemandirian belajar, menghemat waktu, tugas bisa dilaksanakan di dalam dan di luar kelas, dapat dengan cepat memelajari system, menarik minat, dan senang untuk belajar dengan cara ini pada mata kuliah yang lain. Kelebihan penggunaan bahan ajar ini mahasiswa menjadi lebih kreatif, mandiri, dan termotivasi untuk memperdalam pengetahuan tentang TIK, sedangkan kelemahannya untuk mengakses bahan ajar ini diperlukan jaringan internet yang memadai, serta diperlukan kesiapan (baik sarana maupun mental) mahasiswa.in_ID
dc.language.isoidin_ID
dc.publisherProsiding Seminar Nasional Pendidikan Berkemajuan dan Menggembirakan (The Progressive & Fun Education Seminar) ke -2in_ID
dc.titleRespons Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Berbasis SCL Dengan Bahan Ajar Web Centric Course Berbantuan Aplikasi Moodlein_ID
dc.typeArticlein_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record